Categories: MERAUKE

Bina 20 Anak Putus Sekolah

MERAUKE – Dinas Sosial Kabupaten Merauke saat ini membina sedikitnya 20 anak yang putus sekolah untuk bisa baca tulis dan menghitung. Ke-20 anak tersebut ditampung di Asrama Putra Marind (Aspuma) Merauke yang ada di Kelapa Lima, Kelurahan Kelapa Lima Merauke.

  Kepala Dinas Sosial Drs. G. Gentur E. Pranowo, M.Si, mengungkapkan bahwa untuk pembinaan 20 anak putus sekolah ini, pihaknya telah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke untuk pemanfaatkan Aspuma yang ada di Kelapa Lima Merauke.

‘’Kami telah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan terkait penggunaaan Aspuma. Karena Dinas Sosial sampai sekarang ini belum memiliki  gedung rehabilitasi,’’ kata Gentur Pranowo, baru-baaru ini.

Dalam pembinaan tersebut, lanjut  dia, pihaknya melatih anak-anak tersebut untuk baca tulis dan menghitung. 

‘’Khusus  anak-anak putus sekolah ini diinventalisir masing-masing anak. Karena ada yang putus  SD dan SMP. Mereka dilatih untuk membaca dan menulis. Dilatih  seperti anak sekolah sehingga diharapkan setelah  selesai kita mencari jalan keluar. Kalau memang masih bisa dimasukan ke sekolah formasi maka kita  masukan. Tapi, bagi mereka yang tidak bisa lagi karena dari sisi umur, maka kita masukan ke sekolah paket,’’ jelasnya.

Dari sisi administrasi, lanjut  Gentur Pranowo, pihaknya siap  untuk melengkapinya.  Hanya soal menyangkut pembiayaan. Dinas sosial tidak bisa mengakomodir soal pembiayaan jika masih bisa masuk sekolah formal atau paket.  Karena itu, pihaknya akan  berkolaborasi dengan institusi lain dalam hal ini Dinas Pendidikan. 

‘’Sebenarnya anak-anak ini masih ingin sekolah. Hanya karena keterbatasan ekonomi dari orang tua  mereka, sehingga anak-anak ini putus sekolah. Tapi ada juga karena masalah lingkungan yang menyebabkan anak-anak terpengaruh dan tidak sekolah lagi,’’ terangnya.

Ditambahkan,  pihaknya hanya bisa mengakomodir 20 anak putus sekolah karena berkaitan dengan daya tampung. Dimana di Aspuma tersebut hanya mampu menampung 20 anak. ‘’Karena keterbatasan ruang dan tempat tidur bagi mereka. Jadi kita hanya bisa membina 20 anak putus sekolah saat ini,’’ pungkasnya. (ulo)   

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Mentan Janjikan Penambahan Kuota BBM Subsidi

Menanggapi aspirasi para petani, Menteri Pertanian langsung menghubungi pihak Pertamina untuk mencari solusi atas keterbatasan…

15 hours ago

Seringnya Kehabisan BBM, Terpaksa Beli di Pengecer yang Harganya Lebih Tinggi

Di kota ini, angkutan umum khususnya angkot atau taksi lokal bukan sekadar sarana mobilisasi, melainkan…

16 hours ago

DPRP Minta Penanganan Pasca Konflik Ditangani Menyeluruh

Ketua DPRP Papua Pegunungan Yos Elopere, S,IP, M.KP meminta Wamendagri Ribka Haluk, Gubernur Papua Pegunungan…

17 hours ago

Komis IV DPRP Minta Gubernur Tegur Kadis PUPR

Ketua Komisi IV DPR Papua Pegunungan, Terius Wakur meminta Gubernur Papua Pegunungan segera memberikan teguran…

18 hours ago

Sengketa Hak Ulayat Kantor Kelurahan Seringgu Jaya Dimediasi

Mediasi mempertemukan Buang Mahuze yang mengaku sebagai pewaris hak ulayat atas tanah tersebut dengan Kepala…

19 hours ago

Pemprov Terima Kunci Rumah Susun ASN Papua Tengah

Serah terima tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung penguatan birokrasi di provinsi termuda…

20 hours ago