Dikatakan, kondisi kabupaten Merauke ini sebagian berada di permukaan air laut sehingga sangat rawan mengalami banjir atau tenggelam jika tidak dilakukan langkah-langkah antisipasi. Salah satu langkah antisipasi yang dilakukan dengan membuat talud.
‘’Kita sudah koordinasi dengan kementrian, dimana informasi bahwa di tahun 2025 ini akan ada pembangunan talud sepanjang 1 kilometer di Pantai Lampu Satu untuk mengantisipasi abrasi pantai yang terus terjadi,’’ katanya.
Sekadar diketahui, setiap tahunnya sejumlah kampung di Distrik Waan dan Kontuar mengalami banjir rob. Saat banjir itu terjadi, hasil kebun warga berupa umbi-umbian yang menjadi bahan makana pokok warga rusak karena terendam air laut. Jika umbi-umbian warga rusak, warga mengalami kerawanan pangan dan itu yang terus terulang setiap tahunnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Suster Yosephin Temelap mengatakan, api muncul dengan cepat diduga dari area dapur. Saat itu aktivitas…
Pemerintah Provinsi Papua menyatakan produksi telur ayam di empat kabupaten kini telah melampaui kebutuhan harian…
Para pengelola pantai dan penyedia jasa penyewaan pondok wisata kini harus menelan pil pahit…
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.S.C., Uskup…
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, mengatakan Festival Port…
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM)…