Dikatakan, kondisi kabupaten Merauke ini sebagian berada di permukaan air laut sehingga sangat rawan mengalami banjir atau tenggelam jika tidak dilakukan langkah-langkah antisipasi. Salah satu langkah antisipasi yang dilakukan dengan membuat talud.
‘’Kita sudah koordinasi dengan kementrian, dimana informasi bahwa di tahun 2025 ini akan ada pembangunan talud sepanjang 1 kilometer di Pantai Lampu Satu untuk mengantisipasi abrasi pantai yang terus terjadi,’’ katanya.
Sekadar diketahui, setiap tahunnya sejumlah kampung di Distrik Waan dan Kontuar mengalami banjir rob. Saat banjir itu terjadi, hasil kebun warga berupa umbi-umbian yang menjadi bahan makana pokok warga rusak karena terendam air laut. Jika umbi-umbian warga rusak, warga mengalami kerawanan pangan dan itu yang terus terulang setiap tahunnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pertamina Patra Niaga mengungkap alasan di balik kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis…
"KTT ASEAN dengan Rusia? Ya di Kazan ya, tanggal 17," kata Havas di Kompleks Istana…
Berdasar laporan yang diterima oleh Komjen Ramdani, lebih dari 90 persen kejahatan jalanan, insiden, dan…
Ia merupakan striker yang membunuh mimpi Persipura pada partai penentu lolos tidaknya kedua tim melaju…
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menilai RSUP Jayapura telah menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, nyaman,…
Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Merna Cinthia, didampingi hakim anggota Irfan Amos Sampe…