Categories: MERAUKE

Danlantamal: Tidak Ada Anggota yang “Bermain” Teripang

MERAUKE-Komandan Lantamal XI Merauke Brigjen TNI (Mar) Edi Prakoso, SE, secara tegas  mengatakan tidak ada anggotanya yang “bermain bisnis’  Teripang.  Hal ini dikatakan jenderal bintang satu tersebut saat  menjawab pertanyaan wartawan sehubungan dengan adanya Teripang sebanyak 65 koli yang diamankan di Pelabuhan Merauke saat akan dikirim ke Surabaya beberapa waktu lalu.

   “Yang jelas kami seluruh TNI, khususnya Lantamal tidak ada bermain terkait masalah Teripang. Karena memang itu dari pemerintah daerah  tidak mengeluarkan dan itu tidak ada izinnya untuk penjualan di Merauke,” kata Danlantamal Edi Prakoso disela-sela mendampingi kunjungan Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa di Merauke, Rabu (22/12).

  Terkait dengan kunjungannya ke Pos  Torasi yang merupakan pos perbatasan antara RI –PNG,   Danlantamal menjelaskan bahwa kunjungan tersebut untuk melihat bagaimana kondisi anggota   Lantamal XI dalam melaksanakan tugas di Perbatasan antara Indonesia dan PNG yang merupakan kunjungan kerja pertama dirinya sebagai Lantamal XI.

   “Kita  memberikan motivasi dan semangat kepada anggota Lantamal XI dan anggota Yonmarlan yang bertugas di sana. Karena  ada Pamtas di sana dari Marinir, supaya mereka bisa lebih semangat lagi. Karena kita ketahui bahwa Torasi ini penuh dengan keterbatasan sehingga kita sebagai pimpinan memberikan motivasi sekaligus sebagai  alat kontrol kita kepada anggota yang melaksanakan tugas di sana,” terangnya.

   Soal pengawasan terhadap Teripang yang bisa lolos dari PNG ke Indonesia (Merauke), Danlantamal mengatakan bahwa para nelayan Indonesia sebenarnya tahu batas negara antara RI-PNG. “Tapi masalah Teripang bukan fungsi kita. Tapi Pemda yang atur. Tapi bagaimana pos yang ada di Torasi  mengamankan supaya tidak banyak terjadi masyarakat atau nelayan masuk ke PNG. Karena permasalah itu bisa menjadi permasalahan antara dua negara,” katanya.

   Karena itu, lanjut Danlantamal,  ada nelayan Indonesia yang tertangkap di sana (PNG). “Kita   sudah mengimbau agar  nelayan tidak memasuki wilayah negara lain,” pungkasnya.

   Seperti diberitakan sebelumnya, teripang sebanyak 65 koli diamankan polisi  di Pelabuhan Merauke saat akan dikirim ke Surabaya ini. Dari hasil penyelidikan polisi,  diketahui bahwa terkait kepemilikan 65 koli  teripang ini diduga ada keterlibatan oknum anggota TNI AL. Namun, belakangan teripang tersebut dikembalikan ke bersangkutan, setelah diminta untuk melengkapi berkas persyaratan dokumen yang diperlukan. (ulo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KRIMINAL

Recent Posts

Banyak Daerah Tak Mampu Lagi Bayar Gaji PPPK

Akar dari permasalahan ini dibongkar oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Dalam Rapat Kerja…

19 hours ago

Diduga Karena Persoalan Asmara

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, Kombes Pol Rommy Sebastian, menjelaskan bahwa korban selamat bernama Agnes…

20 hours ago

Pentingnya Investasi Pendidikan dalam Memajukan Papua

Di berbagai wilayah Papua, tantangan pendidikan masih menjadi perhatian, mulai dari keterbatasan akses pendidikan tinggi…

21 hours ago

Gas LPG 12 Kg Tembus Rp400 Ribu

Dikatakan, untuk LPG 12 kg dijual dengan harga Rp 410.000. Sementara untuk LPG ukuran 5,5…

22 hours ago

“Halo Pak Presiden, Ini Bagaimana Makanan MBG Ada Ulat”

Media sosial Rabu (10/6) siang kemarin dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan menu…

23 hours ago

Dari Sampah Hingga Penyelundup yang Kucing Kucingan

Pejabat Sementara Kasubdit Patroli Polairud Polda Papua, AKP Wilston Latuasan, menegaskan bahwa menjaga kelestarian ekosistem…

1 day ago