

Warga saat berdesak-desakan menerima Zakat Fitrah yang disalurkan PKM Masjid Nurul Mujahidin Pasar Wamanggu Merauke, Kamis (20/4), kemarin. (FOTO:Sulo/Cepos)
MERAUKE – Ratusan kaum dhuafa berdesakan untuk menerima zakat yang dibagikan oleh Pengurus PKM Masjid Nurul Mujahidin, Pasar Wamanggu Merauke, Kamis (20/4).
Ketua PKM Masjid Nurul Mujahidin H. Ali Syahbana, SE, M.Si, mengungkapkan, zakat diberikan kepada kaum dhuafa tidak hanya terbatas bagi yang ada di sekitar Masjid Nurul Mujahidin Pasar Wamanggu, tapi masyarakat dari tempat lain, yang penting membawa atau melampirkan foto copy kartu keluarga.
‘’Zakat Fitrah yang kita bagikan kali ini kurang lebih kepada 300 kepala keluarga,’’ kata Ali Syahbana yang juga menjabat sebagai Ketua PBHI Kabupaten Merauke ini.
Pada Ramadan 1444H tahun 2023 ini, jelas H. Ali Syahbana , zakat yang terkumpul melalui unit penerimaan zakat Masjid Nurul Mujahidin Pasar Wamanggu Merauke kurang lebih Rp 30 juta. Yang menerima zakat adalah mereka yang masuk dalam 8 kategori zakat fitrah tersebut.
Secara total, jelas dia, Zakat Fitrah berjumlah Rp 33,750.000, zakat fikih 4, zakat fikih Rp 4,8 juta lebih, zakat mall Rp 58 juta da infaq sebesar Rp 13,3 juta lebih. Sementara jumlah zakat fitrah yang dibayarkan dengan beras sebanyak 225 Kg.
Dengan adanya penyaluran Zakat Fitrah setiap tahunnya tersebut, H. Ali Syahbana berharap paling tidak dapat membantu ekonomi keluarga. ‘’Paling tidak, dia bisa merasakan bagaimana dapat berlebaran. Apalagi saat ini ditambah ekonomi yang sulit, sehingga betul-betul mereka merasakan seperti yang dirasakan orang mampu,’’ pungkasnya. (ulo/tho)
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…