Categories: BERITA UTAMA

Baru Kali ini Pasar Youtefa Tidak “Tenggelam”

JAYAPURA-Daerah langganan banjir lainnya di Kota JAyapura yakni di Kompleks SMAN 4, Entrop Distrik Jayapura Selatan. Dimana air meluap dari dalam kali sampai ke atas jalan. Selain itu  juga wilayah Pasar Youtefa Abepura.

Lokasi Pasar ini memang sudah menjadi langganan banjir jika turun hujan dalam intensitas yang tinggi. Namun pantuan koran ini, di Pasar Youtefa kamis kemarin hanya becek dan berlumpur, tetapi tidak “tenggelam” alias separah seperti yang terjadi selama ini.

Kondisi inipun tidak mempengaruhi omset para pedagang, tapi justru omset penjualan para padagang mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Ya, memang hujan tadi malam kita sudah khwatir kalau pasar akan terendam banjir, tapi Alhamdulilah tidak terlalu parah, hanya becek saja,” kata Laode kepada wartawan saat ditemui di Pasar Youtefa.

Laode, mengaku sejak pagi barang dagannya diburu pembeli, bahkan dirinya sampai kewalahan melayani pembeli. Hal itupun dirinya merasa bersyukur lantaran selama ini omset jualanya tidak stabil lantaran sepi pembeli.

“Mungkin karena jelang lebaran, jadi biarpun kondisi pasar becek begini tapi orang tetap banyak yang datang belanaja,” katanya.

Laode sendiri merupakan penjual bumbu bumbu dapur, serta sayur mayur. Diakuinya stok sayur jelang lebaran masih stabil, pun juga harga jual tidak mengalami kenaikan harga.  “Harga semua sama, sayur maupun bumpu dapur, tidak ada yang naik, karena stok sayur dan bumbu dapur juga banyak,” katanya.

Senada di katakan oleh Nur, selaku pembeli yang ditemui media ini di Pasar Youtefa. Nur, mengaku dirnya saat ini tengah mempersiapkan segala kebutuuhan menjelang hari raya Idul Fitri nanti. Oleh sebab itu diapun bersama keluarganya harus menyiapkan segala kebutuhan.

Nur mengatakan persoalan dipasar Youtefa bukanlah hal baru, namun sayangnya belum juga ada penyelesaian yang konkrit dari pemerintah untuk membenah pasar tersebut.

“Percuma kita bicara banyak, sudah dari dulu pasar begini, intinya saja kita masih bisa datang belanja, karena kita mau harapkan yang lebih baik juga percuma,  tidak akan didengar sama pemerintah,” kata Nur.

Hanya saja dia mengharapkan agar penataan pasar tersebut perlu di tata kembali, salah satunya kebersihan. Pasalnya dipintu masuk pasar  tampak terlihat kotor, hal itu disebabkan karena para penjualan pinang, yang tidak memperhatikan kebersihan.

“Kta hanya minta agar para penjual pinang ini diberikan tempat khusus, karena kalau mereka jualan di pintu masuk begitu, tidak bagus, yang ada bikin pasar ini kelihatan semrawut,” harapnya. (oel/fia/rel/wen)

newsportal

Recent Posts

Wanita Korban Penembakan OPM Akhirnya Ditemukan

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…

9 hours ago

Tiga Distrik di Puncak Alami Krisi Pangan dan Air

Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…

11 hours ago

Ratusan Murid SMAN 5 Jayapura Diduga Keracunan MBG

Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…

13 hours ago

BGN Sikat Rekening Janggal di 414 SPPG

Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…

19 hours ago

Siap-siap, Puncak Kemarau 2026 Tiba

Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…

21 hours ago

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

2 days ago