

AKBP Leonardo Yoga, SIK (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE– Kendati sudah berjalan hampir 3 bulan sejak klejadian 27 Oktober 2025 lalu, namun sampai sekarang Polres Merauke belum dapat merilis siapa sebenarnya pelaku pembunuhan terhadap seorang anak penyandang disabilitas di Merauke tersebut.
Masyarakat melalui media sosial kini mempertanyakan penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Resor Merauke yang tak kunjung berhasil mengungkap pelaku pembunuhan yang dilakukan secara sadis tersebut.
Terkait dengan itu, Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga didampingi Kasat Reskrim AKP Anugrah Sari Dharmawan, kepada waratawan menjelaskan, sejak awal pihaknya telah menyampaikan jika kasus pembunuhan ini dilakukan secara berencana.
‘’Dimana pelaku benar-benar mendesain sebelumnya sehingga pada saat terjadi proses yang sampai saat ini tahap penyidikan, barang bukti maupun yang mengarah pada alat bukti itu minim kita dapatkan,’’ tandas Kapolres, Senin (19/1).
Kendati demikian, tandas Kapolres, pihaknya masih terus bekerja untuk memenuhi alat bukti seperti dengan menambah pemeriksaan saksi-saksi yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut. ‘’Sampai saat ini, kami masih menganalisa hasil-hasil percakapan maupun hasil pemeriksaan uji forensik. Itu yang kami lakukan,’’ katanya.
‘’Kami mengerti, masyarakat benar-benar memiliki ekpektasi yang tinggi terhadap kinerja kami khususnya dalam penanganan kasus ini. Terima kasih atas saran dan kritiknya dan kami sampaikan bahwa kami masih terus berupaya untuk menyelesaikan penyelidikan ini hingga mendapatkan alat bukti yang seterang-terangnya,’’ tandasnya.
Page: 1 2
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…