Categories: MERAUKE

Ingatkan Jangan Lawan Petugas Ketika Aset Pemerintah Mau Ditarik

MERAUKE-  Bupati Merauke Drs Romaus Mbaraka mengingatkan seluruh ASN  terutama pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Merauke yang menggunakan aset pemerintah baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak untuk tidak melawan petugas apalagi mengejar petugas dengan parang saat aset daerah itu mau ditertibkan.

‘’Satu kata untuk kita semua. Harus ditanam dalam otak dan hati ini. Contoh untuk kami di Pemerintah Kabupaten Merauke dan saya pikir semua berlaku  diinstitusi pemerintah manapun. Bahwa pengadaan barang itu menggunakan uang pemerintah. Jadi itu barang pemerintah, bukan anda punya barang. Kalau mau ditarik, jangan dilawan. Keluar pakai parang bikin alasan  sudah perbaiki. Siapa suruh kau perbaiki. Itu bukan kau punya barang yang harus kau perbaiki,’’  tandas bupati Romanus Mbaraka saat  membuka sosialisasi anti korupsi dan aset daerah kerja sama antara Pemkab Merauke dengan Kejaksaan Negeri Merauke di Auditorium Kantor Bupati Merauke, Kamis (14/03/2024).

    Penertiban aset ini baik aset yang bergerak maupun aset tidak bergerak seperti bangunan dan tanah, kata  bupati Romanus Mbaraka, dilakukan di seluruh Indonesia. Jadi bukan hanya di Merauke. Namun dalam hal  tertib aset tersebut, bupati Romanus Mbaraka ingin agar Merauke dapat menjadi contoh untuk daerah lainnya di Papua Selatan.   

Orang nomor satu di Merauke itu  juga menjelaskan bahwa untuk aset tidak ada alasan bahwa aset itu sudah lama dipakai yang bersangkutan sehingga dia harus memilikinya. Menurutnya, seluruh barang yang dibeli dengan uang pemerintah menjadi milik  pemerintah, kecuali barang tersebut telah dihibahkan.

     ‘’Jadi jangan beranggapan bahwa karena barang itu sudah lama pakai atau sudah lama menempati aset itu jadi sudah menjadi milik. Mau lama dan baru dipakai itu tetap menjadi milik  pemerintah,’’ katanya.

Bupati Romanus Mbaraka juga  mengingatkan untuk aset yang masih dibutuhkan oleh  pemerintah tidak boleh dilelang. ‘’Aset Daerah seperti mobil yang masih dibutuhkan Pemerintah  tidak boleh dilelang secara umum. Kecuali yang memang sudah tidak bisa dipakai lagi karena rusak total,’’ tandasnya.

Sampai  saat ini, berdasarkan pencatatan, nilai aset Kabupaten Merauke saat ini mencapai Rp 8 triliun. Namun nilai tersebut tergolong sangat tinggi. ‘’Apa saja sehingga sampai Rp 8 triliun,’’tanya Romanus Mbaraka saat mendengarkan jawaban dari Kabid Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Merauke Herman Rumlus. (ulo)   

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Kendalikan Inflasi, Gubernur Instruksikan Enam Langkah

Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…

9 hours ago

Wali Kota Terima Aspirasi 314 K2 Asli Port Numbay

Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…

10 hours ago

Komnas HAM Tolak Draft RUU HAM

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…

11 hours ago

Warga Tak Perlu Lagi Bolak-Balik ke Pengadilan Untuk Sidang Adminitrasi Kependudukan

Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…

12 hours ago

Bentuk Staf Khusus Adat, Wali Kota Libatkan Para Ondoafi

Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…

13 hours ago

OAP Harus Jadi Pusat Utama Pembangunan

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…

14 hours ago