

Jalan Parako di depan Kantor BKPSDM Papua Selatan, Kamis (12/12) kemarin terpaksa ditutup untuk mengantisipasi para pencaker yang tak lolos dalam tes SKD CPNS. (FOTO: Sulo/cepos)
MERAUKE – Berkaca pengalaman dari Kabupaten Mappi dan Kabupaten Boven Digoel dimana Kantor Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) di kedua daerah itu dibakar pasca pengumuman Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS, membuat Polres Merauke sigap dan menurunkan ratusan personelnya untuk melakukan pengamanan.
Dari pantauan media ini, pengamanan tersebut dilakukan di Kantor BKPSDM Papua Selatan, Jalan Parako, kemudian Kantor Gubernur Papua Selatan Jalan Trikora, Kantor MRP, Jalan Raya Mandala dan gedung Laboratorium Komputer BKPSDM Papua Selatan, Jalan Brawijaya.
Di keempat titik itu, petugas Kepolisian bersiaga penuh untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Bahkan khusus di Kantor BKPSDM Papua Selatan, jalan kedua sisi ditutup. Bahkan polisi mensiagakan sebuah water canon untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Hingga pukup 14.00 WIT kemarin, situasi Merauke aman terkendali. Tidak ada aksi protes atau demo terkait pengumuman hasil seleksi SKD CPNS Papua Selatan itu.
Kabag Ops Polres Merauke AKP Dr. Kompol Jerry Koagouw ditemui media ini disela-sela pengamanan itu mengatakan, total personel yang diturunkan untuk melakukan pengamanan sebanyak 400 personel yang terdiri dari anggota Polres Merauke dan BKO dari Polda Papua.
‘’Kita harus mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi dengan melakukan pengamanan terhadap obyek-obyek yang bisa menjadi sasaran,’’ kata Kabag Ops Jerry Koagouw.
Menurutnya, antisipasi ini dilakukan karena pihaknya tidak ingin peristiwa di Kabupaten Mappi dan Kabupaten Boven Digoel terulang di Merauke. Apalagi, Kabupaten Merauke sebagai ibukota Provinsi Papua Selatan, jika ada yang sampai anarkis seperti yang terjadi tersebut akan memberikan dampak pada kegiatan ekonomi masyarakat.
Lalu sampai kapan pengamanan ini dilakukan, Kabag Ops menjelaskan bahwa sampai situasi dianggap kondusif. Karena itu, ia mengharapkan pemerintah dan para stakeholder yang ada untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat yang mengikuti seleksi dan belum lulus.
‘’Namanya seleksi pati ada yang lulus dan ada yang tidak lulus. Yang belum lulus untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi sehingga ketika ada penerimaan lagi bisa mengikuti dan bisa lulus dalam seleksi,’’ tandasnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menurutnya, selama ini pembangunan di Papua belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat. Ia menilai…
Menanggapi hal itu, Anggota DPR Papua, Alberth Merauje menegaskan bahwa persoalan PSN tidak dapat serta-merta…
Pemerintah Kabupaten Waropen mengukir sejarah baru dalam tata kelola keuangan daerah. Setelah selama 18 tahun…
Pangdam menengaskan, pihaknya tidak melakukan pelarangan ketika ada yang mau putar dan nonton bareng. Bahkan…
Salah satu bahan yang memberikan rasa hangat dan aroma khas pada banyak obat herbal kemasan…
Ya, pria yang biasa disapa Bapa Aing ini menyambangi Kota Jayapura untuk mengikuti kegiatan Konferensi…