Categories: MERAUKE

Pemilik Kapal Siap Bayar Denda yang Dijatuhkan Pengadilan PNG

MERAUKE– Pemilik kapal berusaha membayar denda yang telah dijatuhkan oleh Pengadilan PNG terhadap 13 nelayan asal Kabupaten Merauke yang tertangkap otoritas PNG  beberapa waktu lalu karena melanggar wilayah teroterial PNG. 

Plt Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Kabupaten Merauke, Rekianus Samkakai, S.STP, menjelaskan, awalnya pemilik kapal menyatakan tidak sanggup untuk membayar denda kurang lebih  Rp 800 juta yang dijatuhkan oleh Pengadilan PNG terhadap 13 warga Indonesia asal Kabupaten Merauke, namun  belakangan  pemilik kapal berusaha untuk mengumpulkan dana agar bisa membayar denda tersebut.

Sehingga nantinya, jika denda tersebut dibayar,  selain para nelayan itu bebas, juga kapal bisa dikembalikan pihak Otoritas PNG. ‘’Jadi sekarang ini pemilik kapal berusaha mengumpulkan uang untuk dapat membayar denda   tersebut,’’ katanya.

Ditanya sampai kapan waktu yang diberikan oleh pihak Pengadilan PNG, Rekianus Samkakai  mengaku  bahwa secepatnya. ‘’Selain kita berupaya untuk dapat menurunkan pidananya, pemilik kapal juga sedang berupaya mencari uang. Tapi, kalau nanti denda sudah dibayar maka pidana tidak lagi dijalani, mereka sudah bebas,’’ tandasnya.

Sekadar diketahui,  Otoritas Papua New Guinea (PNG) menangkap  13 nelayan Indonesia asal Kabupaten Merauke pada  17 November 2021 lalu karena memasuki dan menangkap ikan di wilayah teroterial PNG. 

KMN Aditya Sumatera Jaya 01  yang dinahkodai oleh Alwin Lajawa bersama dengan 7 ABK  lainnya ditangkap, ditambah 5 warga Indonesia lainnya yang  menggunakan speed boat  yang sandar di KMN Aditya Sumatera Jaya 01 saat penangkapan sehingga total yang ditangkap sebanyak 13 orang. Ke-13 orang tersebut dijatuhi hukuman antara 2-4 tahun  dengan total denda kurang lebih 800 juta. (ulo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

Gaji Hakim Naik 300 Persen, Akademisi: Gaji Selangit Tak Jamin Bersih

Dalam pandangannya, kenaikan drastis ini melahirkan pertanyaan mendasar di benak publik: "Gaji hakim naik, rakyat…

2 hours ago

Persipura Lakukan Perombakan Besar-besaran

“Untuk saat ini semua masih bisa terjadi. Pemain asing yang pasti kita sedang mencari. Tiga-tiganya…

9 hours ago

DPR RI Didesak Bentuk Pansus Pantau Kerusakan Dampak PSN

Direktur Eksekutif POHR, Thomas Ch. Syufi, menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar dokumenter biasa, melainkan…

10 hours ago

Hampir Tak Ada Wakil Rakyat yang Bicara Penolakan PSN

Menurutnya, film Pesta Babi membuka ruang diskusi publik terkait persoalan besar yang selama ini dirasakan…

11 hours ago

Keikhlasan Saat Situasi Ekonomi Kurang Bergairah Jadi Ujian Dalam Berkurban

Sejak pukul 05.30 WIT panitia hari-hari besar Islam (PHBI) Provinsi Papua sudah mempersiapkan tempat di…

12 hours ago

TPNPB Bertanggungjawab Atas Pembakaran Fasilitas Umum

TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga lanjut Sebby mengancam akan terus melakukan patroli dan operasi terhadap…

13 hours ago