

Satuan Narkoba Polres Merauke menunjukan barang bukti Sopi dan peralatan masak yang diamankan dari penggerebekan tiga Pabrik Sopi, Senin (6/10) (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE– Satuan Narkoba Polres Merauke berhasil mengungkap dan menggrebek 3 pabrik minuman keras lokal (Milo) jenis Sopi di satu lokasi yakni di Pasar Tradisional Mopah Baru Merauke, Minggu (5/10) malam.
Para pelaku memanfaatkan lapak-lapak yang sudah ditinggalkan dan tidak digunakan pemiliknya tersebut untuk memproduksi Miras Sopi dari bahan Fermipan dan gula yang dipermentasi.
Wakapolres Merauke Kompol Nuryanty, mewakili Kapolres Merauke bersama Kasat Narkoba Ipda Daniel Z. Rumpaidus dan Kasie Humas Ipda Andre Msb, menjelaskan, penggerebekan ini dilakukan setelah mendapatkan laporan masyarakat adanya aktivitas pembuatan Sopi yang meresahkan masyarakat.
‘’Setelah kita cek, benar ada pembuatan Miras Sopi sebanyak 3 tempat. Hanya saja, sebelum kita sampai di lokasi, pemiliknya terlebih dahulu melarikan diri. Tapi identitas dari mereka sudah kita kantongi,’’ kata Wakapolres.
Dari penggerebekan itu, Satuan Narkoba berhasil mengamankan 64 botol plastik berisi Sopi, satu galon berisi setengah air Sopi siap edar dan puluhan ember besar yang berisi permentasi maupun alat masak dan suling. ‘’Untuk Sopi ini dijual dengan harga Rp 50.000 setiap botolnya,’’ lanjut Kasat Narkoba.
Page: 1 2
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah, mengingat beban belanja…
Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…
Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…
Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…