

nyerahkan cinderamata kepada Brigjen TNI (Mar) Edy Prakoso saat akan meninggalkan Merauke, kemarin.(FOTO: Sulo/Cepos)
Merauke – Komandan Lantamal XI Merauke, Brigjen TNI (Mar) Edy Prakoso dipromokasikan menjadi Wakil Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya menggantikan Laksamana Pertama TNI Rudhi Aviantara.
Promosi ini setelah jenderal bintang satu tersebut selesai mencopot Danpos Rumuraman yang ada di Mappi bersama dengan stafnya beberapa waktu lalu karena diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang warga sipil. Brigjen Edy Prakoso juga diketahui menjabat cukup singkat sebagai Danlantamal XI Merauke yakni sekitar 5 bulan saja.
Meski belum lama bertugas di ujung Timur Indonesia, namun dirinya mengaku bangga pernah menjalankan tugas di wilayah Papua. Brigjen Edy Prakoso berharap Merauke terus berkembang, dan masyarakatnya mampu bersaing dari waktu ke waktu.
“Sebab TNI AL juga ikut berperan dalam mendukung masyarakat dan pemerintah setempat dalam pembangunan daerah,” ucapnya Edy Prakoso sebelum tinggalkan VIP Room Bandara Mopah Merauke, Kamis (3/2 ).
Dia mengharapkan prajurit Lantamal XI menjadi prajurit yang tangguh, kompak, terutama tetap mempertahankan keutuhan NKRI di wilayah Timur Indonesia. Sebelum tinggalkan VIP Room Bandara Mopah, Danrem 174/ATW Brigjen TNI Bangun Nawoko bersama Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, Danlanud DMA, Dandim 1707/Merauke menyerahkan cinderamata kepada Brigjen TNI (Mar) Edy Prakoso.(ulo/tho)
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…