Categories: BERITA UTAMA

Rumah Sakit di Jayapura Mulai Bersiap Hadapi Lonjakan Pasien Covid-19

Beberapa Pasien Covid-19 Dirawat Salah satunya Pasien Omicron

JAYAPURA – Antisipasi lonjakan pasien Covid-19 di Papua khususnya di Jayapura, beberapa rumah sakit di Jayapura mulai mempersiapkan diri mulai dari mempersiapkan tenaga medis, obat obatan termasuk tempat tidur di rumah sakit.

Pantauan Cenderawasih Pos di lapangan, pelayanan pasien di beberapa rumah sakit di wilayah Abepura tetap berjalan seperti biasa. Bahkan di RSUD Abepura, pasien yang dirawat di area selasar IGD tidak sepadat sebelumnya.

Karumkit RS Bhayangkara Polda Papua Kompol dr. Dedet Setiavano, M.Ked (og), Sp.Og menyampaikan, RS Bhayangkara sudah mempersiapkan timnya, berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk ruangan dan penanganan pasien Covid dan alur penanganan pasien Covid-19 di RS  Bhayangkara.

“RS Bhayangkara sudah siap menghadapi lonjakan pasien Covid-19, termasuk  kesiapan tenaga medis, obat obatan, APD  dan lainnya. Saat pertama kali kami terima pasien Covid-19,  kami sudah siapkan semuanya,” kata dr Dedet kepada Cenderawasih Pos, Kamis (3/1)

Lanjutnya, RS Bhayangkara juga telah menyiapkan 1 ruangan khusus, 1 bansal untuk pasien covid dan saat ini sedang mempersiapkan ruangan kedua mengantisipasi terjadinya lonjakan pasien Covid-19.

“Kita sedang siapkan 2 ruangan untuk pasien Covid-19, jika nanti terjadi lonjakan. Setengah rumah sakait kita siapkan untuk pasien Covid,” kata dr Dedet.

Dikatakan, terdapat 12 tempat tidur di RS Bhayangkara saat ini sembari mempersiapkan 12 tempat tidur lainnya untuk menghadapi lonjakan pasien Covid.

“Saat ini kami sedang merawat 8 pasien Covid-19, ada juga beberapa pasien covid yang sudah pulang setelah dinyatakan sembuh,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Abepura dr. Dessy Urbinas menyampaikan, RSUD Abepura merawat lima pasien Covid-19 dan satu pasien positif Omicron.

“Lima pasien yang dirawat dan satu postif Omicron, masuknya tanggal 22 Januari dan pulang 31 Januari sudah dinyatakan sehat,” terangnya.

Menurut dr Dessy, RSUD Abepura sudah menyiapkan ruang isolasi mengantisipasi terjadinya lonjakan pasien Covid-19. Ruang Covid yang ready dan bertandar bertekanan negatif, oksigen central dan pintu interlock.

“Ada 36 tempat tidur yang kemarin dibangun kementrian PUPR, intinya RSUD sudah pasti siap. Apalagi hal ini sudah kita jalani sejak tahun 2020, sehingga ada pasien atau tidak ada pasien sudah jadi protap rumah sakit jika ada kasus langsung menyesuaikan,” tuturnya.

Hal serupa dilakukan managemen RS Marthen Indey yang mulai berbenah menyikapi mulai naiknya angka pandemi covid. “Sebagai salah satu RS rujukan covid dan kini sudah masuk dalam gelombang ketiga dan terjadi peningkatan pasien

kami di Marthen Indey juga mulai mempersiapkan kebutuhan untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan

pasien,” kata Karumkit, Kol Ckm dr Muad Marzuki, Sp.PD., M.M.R.S di kantornya, Kamis (3/2).

Ia menyebut jumlah pasien sesuai data pemerintah ada sebanyak 110 pasien dimana ada 28 yang dirawat dan 15 di antaranya dirawat di RS Aryoko.

Pihaknya tetap mengantisipasi terjadinya lonjakan apalagi dengan adanya varian baru, Omicron.

Jumlah 15 ini termasuk yang sudah dirawat sejak 23 Januari lalu. Hanya untuk kondisinya menurut dr Muad seluruh

pasien hanya mengalami gejala ringan. “Dan untuk mengantisipasi itu kami merevitalisasi kembali, mengecek kesiapan dan memulai menyampaikan

kepada tenaga medis untuk membiasakan

melakukan penanganan covid seperti sebelum-sebelumnya,”jelas Karumkit Muad. Kapasitas di RS Marthen Indey sendiri kata dr. Muad, ada 42 bed dan 2 bed yang khusus ICU. Bahkan jika terjadi lonjakan kata Karumkit tidak menutup kemungkinan akan

ada ruangan baru. “Tenaga medis kami mulai sampaikan kemungkinan terjadi lonjakan termasuk ruangan ekstra jika yang ada saat ini tidak cukup,” tambahnya.

RS Marthen Indey lanjut Karumkit juga bisa

melayani tes Swab PCR. Namun kelebihannya adalah bisa mendapatkan hasil hari itu juga. “Jadi semisal dilakukan tes pagi maka sorenya paling tidak sudah bisa diketahui hasilnya dan ini bisa melayani setiap hari. Jadi untuk obat, peralatan dan

tenaga medis kami pikir semuanya masih bisa terkontrol,” tutupnya. (fia/ade/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PANDEMI

Recent Posts

Bertahun-tahun Tugas di Nusakambangan, Sempat Tegang Saat Tiba di Lapas Abepura

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…

58 minutes ago

Wali Kota Kembali Tegaskan Larangan Pungli di Sekolah

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…

2 hours ago

Satgas Mafia BBM Selidiki Kasus Modifikasi Tangki BBM

Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…

3 hours ago

Ketemu Tupai Jinak, Kayu Bolong dan Guyuran Hujan

Untuk mencapai pintu rimba, kami memilih menggunakan kendaraan milik warga. Pilihan ini bukan tanpa alasan.…

4 hours ago

Komoditas Kayu Masih Jadi Andalan Ekspor Papua

BPS Provinsi Papua, Emi Puspitarini, di Jayapura, Senin, mengatakan komoditas kayu masih menjadi penyumbang terbesar…

5 hours ago

Abisai Rollo: Hutan Bakau Tetap Harus Dilestarikan!

Ia menjelaskan bahwa kawasan hutan bakau di Jayapura, khususnya di wilayah Hamadi hingga Holtekamp, memiliki…

6 hours ago