

Komaruddin Watubun (foto:Sulo/Cepos)
Soal PSN di Merauke, Rakyat Harus Terlibat
MERAUKE– Anggota Komisi II DPR RI Komaruddin Watubun mengakui masih banyak yang harus dikerjakan sehubungan dengan terbentuknya 4 Daerah Otonomi Baru (DOB) di Tanah Papua salah satunya adalah Papua Selatan.
Diketahui, Komaruddin Watubun merupakan salah satu Politisi dari Tanah Papua yang duduk di Komisi II DPR RI mempejuangkan DOB sehingga terbentuk Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya.
‘’Yang paling penting yang menjadi saya konsen tapi saya belum cek soal prosentase penerimaan pegawai yakni 80:20. Artinya 80 persen orang asli Papua (OAP). Mengapa, karena kita harus menolong. Karena saudara-saudara kita Papua tidak mungkin bisa bersaing di luar. Makanya dibuat aturan. Otonomi khusus diberikan. Pemekaran diberikan. Jangan sampai membuat mereka tergusur dari tanah mereka sendiri,’’ tandasnya.
Menurut dia, siapapun gubernurnya, harus memiliki pemahaman tersebut secara baik. Sebab, pembangunan sehebat apapun di Papua, jika rakyat Papua tergusur maka sama dengan sebuah kegagalan membangun di Tanah Papua.
‘’Jadi yang saya lihat dulu untuk semua pemekaran di Papua itu bagaimana keterlibatan anak-anak asli itu dalam pemekaran. Termasuk pembangunan infrastruktur kantor di Papua Selatan. Saya sendiri belum lihat, bagaimana kemajuan pembangunan kantor itu,’’ jelasnya.
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…