Categories: FEATURES

Tak Lagi Sibuk Kejar Target Retribusi, Hanya Atur Angkot Supaya Tertib dan Rapi

Ironi Terminal Expo Waena, Surplus Pegawai di Tengah Sirnanya Pundi Retribusi

Gemuknya struktur organisasi, salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) terbesar mereka kini telah menguap, retribusi taksi konvensional resmi tidak lagi dipungut.

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura

Di dalam ruang kerjanya yang tenang di kawasan Terminal Batas Kota, Muhammad Tamrin, SH., M.Si, duduk menghadap tumpukan berkas di meja kerjanya. Pria yang menjabat sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Terminal Expo Waena ini menatap lembaran kertas dengan seksama.

Di luar ruangannya, puluhan taksi konvensional (angkot) berwarna putih berbaris rapi di bawah bayang-bayang bangunan menara berkelir kuning dengan atap bertingkat. Sejumlah Angkot ini, sudah puluhan tahun menjadi sarana mobilitas warga, mulai dari mahasiswa, pedagang pasar, hingga pekerja kantoran yang melintasi jalur Abepura-Waena.

Sebagai nakhoda di terminal tipe B tersebut, Tamrin tidak menampik adanya dinamika pelik yang sedang dihadapi instansinya. Terminal Expo Waena saat ini memiliki 29 personel Aparatur Sipil Negara (ASN) dan petugas lapangan yang terbilang cukup banyak.

Muhammad Tamrin, SH., M.Si, (foto:Jimi/Cepos)

Namun, gemuknya struktur organisasi UPTD Terminal Expo ini, kini sangat kontras dengan tugas dan beban kerja mereka. Sebab, salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) terbesar mereka kini telah menguap. Retribusi taksi konvensional resmi tidak lagi dipungut.

Perubahan regulasi dan upaya meringankan beban para sopir angkutan kota yang kian terjepit oleh ekspansi transportasi berbasis aplikasi (online), membuat kebijakan penarikan retribusi harian di terminal ini terpaksa dihentikan.
Bagi para sopir, ini adalah angin segar. Namun bagi UPTD, ini berarti hilangnya fungsi koersif pembagian karcis retribusi yang dulunya menjadi rutinitas utama para petugas.

“Kondisinya memang sudah berubah. Saat ini fokus utama kami bukan lagi mengejar target capaian retribusi dari taksi-taksi konvensional yang masuk. Tetapi mengatur seluruh kendaraan yang masuk agar tertata rapi dan tertib,” ujar Muhammad Tamrin saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (21/5).

Kondisi ini menimbulkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat, mengenai apa yang dikerjakan oleh puluhan ASN dan pegawai yang setiap hari datang mengenakan seragam dinas rapi ke terminal ini?

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Masih Syok! Sulit Lupakan Kenangan Tinggal di Rumah yang Kini Telah Hangus

  Para ibu tampak lebih banyak berbaring dan beristirahat di dalam tenda. Sementara sejumlah bapak…

7 hours ago

Mitos atau Fakta, Terlalu Banyak Makan Kacang Goreng Bisa Menyebabkan Jerawat?

Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh…

8 hours ago

Pemerintah Klaim Pengangguran Turun 4,65%

Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…

9 hours ago

Anggaran Podcast Kemenkop Capai Rp103 Miliar Dipertanyakan

Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…

10 hours ago

Malaysia dan Brunei Bawa Kabut Asap Kalimantan ke ASEAN

Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…

11 hours ago

Kepadatan Pengunjung Jadi Tantangan, Sepanjang Jalan rezeki Terus Mengalir

Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…

12 hours ago