Menurutnya, disatu sisi proyek tersebut digembor gemborkan proyek besar seolah-olah proyek itu jadi semua dan orang Indonesia akan sejahtera semua. Tapi di sisi lain mengorbankan banyak hal.
‘’Untuk PSN di Merauke bukan masalah setuju atau tidak setuju. Pertama, rakyat harus terlibat. Jangan bikin proyek yang aneh-aneh tapi rakyat tergusur dari situ. Pertanyaannya, rakyat di sana terlibat atau tidak,’’ tandasnya.
Ditambahkan, banyak pengalaman yang sudah terjadi seperti perkebunan kelapa sawit di Arso, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Dimana pembabatan kebun kelapa sawit di Arso untuk jagung, sekarang lahan tersebut menjadi hutan dan tidak ada apa-apa. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura mengungkap dugaan penyalahgunaan izin tinggal yang dilakukan dua warga…
BEM menunjukkan dokumen rekam medis RSUD Abepura tanggal 15 Agustus 2026 dimana dalam dokumen pemeriksaan…
Proyek pembangunan jalan yang difungsikan sebagai prasarana ketahanan pangan di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua…
Pneumonia atau yang kerap dikenal masyarakat awam sebagai paru-paru basah masih menjadi "pembunuh" nomor satu…
Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, berinisial EM alias L ditangkap…
Pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo mengklaim bertanggung jawab atas aksi…