Categories: KEEROM

Kampung Yuwanain Ditetapkan Sebagai Kampung Moderasi Beragama

KEEROM – Bupati Kabupaten Keerom Piter Gusbager  diwakili oleh Asisiten I Setda Keerom, Lukas Sarangga melaunching secara resmi Kampung Yuwanain, Arso 2, Distrik Arso Barat sebagai Kampung Moderasi Beragama di Aula Kampung Yuwanain, Rabu (26/7) kemarin.

Acara tersebut digagas oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Keerom. Turut hadir Kepala Kemenag Keerom Yohanes Nahak, Ketua LPTQ Keerom, Andi Rahman Nonsy, Ketua FKUB Keerom, Nursalim Arrozy, Kepala Kampung Yuwanain Abdul Gofar, Ormas Islam, tokoh masyarakat.

Mewakili Bupati Keerom, Asisiten I Setda Keerom, Lukas Sarangga mengatakan,  moderasi beragama merupakan cara pandang atau sikap dalam kehidupan beragama bersama.

“Untuk itu diperlukannya sikap saling menghargai, saling menghormati sesama penganut agama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan mentaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa,” ungkapnya.

Lebih lanjut Lukas menjelaskan, Kampung Moderasi Beragama adalah istilah bagi desa atau keseluruhan yang masyarakatnya memiliki cara pandang, sikap dan praktik beragama yang moderat dalam rangka mensukseskan pembangunan nasional.

“Pembentukan Kampung Moderasi Beragama sangatlah penting dilakukan karena memiliki dampak yang baik dalam kehidupan sehari-hari, selain itu juga moderasi beragama menjadi penunjang pembangunan nasional sesuai dengan peraturan pemerintah,” ujarnya.

Senada itu, Kepala Kemenag Keerom Yohanes Nahak menjelaskan, kegiatan Kampung Moderasi Beragama merupakan kegiatan yang dilakukan serantak di seluruh wilayah Indonesia pada hari ini (Rabu-red) oleh Menteri Agama RI.

“Moderasi beragama memiliki peran penting dan menjadi salah satu penunjang pembangunan nasional. Saya mengimbau para tokoh agama dan seluruh masyarakat dapat menjaga, merawat kerukunan dan toleransi umat beragama di Kabupaten Keerom, sehingga kita bisa hidup tentram dan damai di tengah perbedaan yang ada,” pungkasnya. (eri/ary)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Meski Curah Hujan Menurun, Risiko Banjir Bandang dan Longsor Tetap Membayangi

​Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengda Papua, Marcelino Yonas, S.T., M.Eng., menyampaikan bahwa fenomena…

42 minutes ago

BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem dan Potensi Karhutla

  "Secara umum, pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun. Saat ini…

2 hours ago

Dilema Anggaran Bencana vs Program Prioritas

  Menanggapi dinamika tersebut, Pakar Ekonomi sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih (Uncen),…

9 hours ago

Kurir Ganja Dibekuk, 3,5 Kg Ganja Diamankan di Pelabuhan

   Dari tangan tersangka, petugas menyita 110 bungkus plastik bening berisi ganja yang dikemas dalam…

10 hours ago

Soal Penembakan di Perumnas III, BEM Uncen Lapor Komnas HAM

   Pihak BEM Uncen mengklaim mengantongi rekam medis RSUD Abepura yang menunjukkan keterangan "post luka…

11 hours ago

Seluruh OPD Kolaborasi Tangani Korban Kebakaran Dok V

   Wali Kota secara khusus meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) segera mendata warga…

12 hours ago