Categories: LINTAS PAPUA

Cuaca Ekstrem Ancam Waropen, BPBD Minta Masyarakat Tunda Melaut

WAROPEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Waropen bergerak cepat menanggapi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut belakangan ini. Fenomena hujan deras, angin kencang, hingga gelombang tinggi kini menjadi ancaman serius yang dapat memicu bencana hidrometeorologi di berbagai titik di Kabupaten Waropen.

Kepala BPBD Waropen, Demarce Maniburi, Kamis (21/1) menegaskan bahwa merujuk pada data BMKG, wilayah Papua termasuk Waropen saat ini sedang berada di puncak musim hujan. Oleh karena itu, pihaknya terus meningkatkan koordinasi lintas instansi untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi guna melindungi keselamatan warga serta infrastruktur daerah.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, Demarce meminta warga untuk lebih proaktif memeriksa kondisi lingkungan tempat tinggal. Langkah awal yang paling krusial adalah mengecek keberadaan pohon-pohon besar yang sudah tua, lapuk, atau miring di sekitar rumah.

Masyarakat sangat disarankan untuk melakukan pemangkasan dahan secara berkala guna mengurangi beban pohon saat diterpa angin kencang, serta menghindari kebiasaan berteduh atau memarkir kendaraan di bawah pohon saat hujan lebat berlangsung.

Tak hanya di darat, peringatan keras juga ditujukan bagi warga pesisir dan para nelayan. Demarce mengimbau agar para nelayan menunda aktivitas melaut apabila kecepatan angin dan tinggi gelombang sudah melebihi batas aman. Ia menekankan agar keselamatan jiwa selalu diutamakan diatas keinginan untuk memaksakan aktivitas di laut dalam kondisi cuaca buruk.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Harusnya Kerja MRP Dipublis dan Lebih Transparan

Pernyataan inipun memantik amarah dari berbagai pihak terutama pengurus MRP dan beberapa pihak yang menegaskan…

7 hours ago

Dua Kapal Nelayan Indonesia Dibakar Tentara PNG

Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp…

8 hours ago

Setelah Botak, Kini Aibon

Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas…

9 hours ago

Rahasia Tasbih Alam: Mengapa Manusia Tak Mampu Mendengarnya?

Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada…

1 day ago

Warga Disarankan Tak Berenang di Pantai Holtekamp

Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi…

1 day ago

Ratusan Nelayan Ditangkap Otoritas PNG dan Australia Merupakan Urusan Pusat

Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…

1 day ago