Categories: FEATURES

Sejak 1961 Menjadi Daerah yang Aman, Kini Masyarakat Kampung Juga Ikut Menyesal

Ditempat yang berbeda, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Wilayah Papua, Elia Waromi juga menyampaikan yang sama, bahwa Kabupaten Yahukimo terutama di wilayah distrik Anggruk merupakan daerah yang dahulunya (sebelum kejadian) terkenal dengan daerah yang aman dan jarang sekali terjadi konflik di wilayah tersebut.

Waromi pun mengaku kaget ketika mendengar peristiwa yang terjadi pada akhir pekan lalu itu. “Saya juga kaget ketika mendengar berita itu, saya merasa kecewa sekali. Wilayah itu dulunya sangat aman, masyarakat sangat ramah, jarang sekali mendengar konflik, wilayah itu berbeda dengan wilayah lain di Papua,” ungkap Waromi kepada Cenderawasih Pos, di Kotaraja, Rabu (26/3) siang.

Ketua PGRI mengungkapkan hal tersebut dikarenakan dirinya lahir besar di Wamena, mengikuti orang tua yang bertugas sebagai Gembala (Pendeta) dan mewartakan Injil di beberapa wilayah Papua Pegunungan termasuk distrik Anggruk.

Ceritanya, ketika orang tuanya bertugas ke Kabupaten Yahukimo untuk mewartakan Injil, Waromi mengaku beberapa kesempatan ia juga ikut. Tampak terlihat masyarakat lokal sangat menghormati tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga guru dan tenaga kesehatan.

“Dahulu itu disana di Yahukimo masyarakat sekitar sangat menghargai tokoh agama (Pendeta, Pastor), Guru dan para Nakes ini. Ketika ada masalah, masyarakat setempat ini lapornya kepada tokoh-tokoh ini, karena mereka percaya dan mengangap yang dapat menyelesaikan persolan mereka ini haya tokoh agama dan tenaga pendidikan itu,” terangnya. Lantas apa yang terjadi saat ini di Distrik Anggruk Kabupaten Yahukimo kata Waromi itu diluar pemikirannya.

“Yang jelas kami ikut menyesali insiden kemarin,” pungkasnya. Ditambahkan Dandim 1715/Yahukimo, Letkol Inf Tommy Yudistyo bahwa Anggruk adalah daerah yang aman. Namun kejadian lalu menjadi insiden yang mencederai komitmen masyarakat yang mendiami  distrik ini.  “Kami percaya sejak distrik ini dihuni masyarakat, itu tak memiliki niat jahat apalagi harus melukai orang. Itu karena warga setempat telah  mendapatkan pelayanan keagamaan sehingga memahami mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh,” tambahnya.

Page: 1 2 3 4 5

Juna Cepos

Recent Posts

Polres Nabire Libatkan Ahli Digital Forensik Usut Pembunuhan Siswi SMP

"Pelaksanaan ekstraksi dan cellebrite terhadap barang bukti berupa tiga buah telepon seluler, dua milik korban…

1 day ago

Hendak Perbaiki Jangkar, Seorang ABK Tenggelam di Muara Sungai Maro

Korban diduga terjatuh ke sungai saat hendak memperbaiki tali jangkar kapal. Kejadian tersebut dilaporkan kepada…

2 days ago

Pemda Papua Diminta Tuntaskan Penyaluran Dana Otsus

Ribka menyampaikan hal tersebut dalam rapat evaluasi penyaluran Dana Otsus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis,…

2 days ago

Dihantam Ombak di Manasari, Pengemudi Speed Boat Ditemukan Selamat

Korban ditemukan dalam kondisi selamat pada Kamis pagi (6/8), setelah perahunya karam dihantam ombak besar…

2 days ago

SD Inpres Kampung Harapan Kembali Dibuka

Marince, salah seorang orang tua murid, mengaku lega dan bahagia karena anak-anak akhirnya bisa kembali…

2 days ago

Pertamina Mulai Salurkan Biosolar B50 di Mimika

Skema transmisi ini merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk menekan tingkat impor bahan bakar fosil…

2 days ago