Tidak hanya berasal dari Jayapura, pasien juga datang dari berbagai daerah lain seperti Biak dan Merauke. Hal ini terjadi karena ruang kemoterapi hanya tersedia di RSUD Jayapura, menjadikannya satu-satunya tumpuan harapan bagi pasien kanker di Papua.
Untuk satu pasien, kemoterapi dilakukan minimal tiga kali dan maksimal enam kali, bahkan bisa mencapai delapan kali tergantung kondisi penyakit, dengan interval setiap tiga minggu. Jenis kanker yang paling dominan adalah kanker payudara, disusul kanker serviks.
Di balik angka-angka itu, tersimpan kisah perjuangan panjang dan beban ekonomi yang tidak ringan. Pasien dari daerah harus menanggung biaya hidup selama berbulan-bulan di Jayapura, termasuk menyewa atau tinggal di rumah singgah sekitar Dok V.
Selain persoalan obat, Komisi V juga menemukan bahwa sejumlah obat lain di apotek RSUD Dok II tidak tersedia. Akibatnya, banyak pasien terpaksa menebus resep di luar rumah sakit.
“Pasien yang mampu mungkin masih bisa membeli obat di luar. Tapi bagaimana dengan masyarakat yang tidak punya kemampuan ekonomi,” kata Dina.
Anggota Komisi V DPRP, Dessy Corason Giay, secara khusus menyoroti kelayakan fasilitas dasar rumah sakit. Ia menyebutkan, air bersih dan lift merupakan kebutuhan paling mendasar yang tidak boleh diabaikan.
“Masa air saja harus dikeluhkan. Kami juga mendapat laporan pasien kemoterapi harus diangkat menggunakan kursi roda karena lift rusak. Hal-hal seperti ini sangat penting dan harus jadi perhatian serius,” ujarnya.
Hingga 21 Juli 2026, realisasi penerimaan retribusi sampah rumah tangga di Kota Jayapura baru…
Pihak keluarga mendesak untuk segera disampaikan karena pihak keluarga tidak menerima jika tindakan TPNPB OPM…
Konsep pasar terapung yang memanfaatkan perahu-perahu sebagai lapak jualan menghadirkan suasana berbeda dibandingkan pasar…
Amuk massa yang tak terkendali tidak hanya membuat KD meninggal dunia di lokasi kejadian akibat…
Perjalanan itu dimulai sekitar akhir 2015 hingga awal 2016. Saat itu, Mamik yang masih berprofesi…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat yang memanfaatkan…