Categories: FEATURES

Berawal dari Melihat Ortu Siswa Habiskan Waktu dengan Ngobrol

Kisah Mamik Endarni Bangun Tulip House dari Mesin Jahit Manual dan Kini Produknya Tembus Amerika

Ketekunan membuahkan hasil menggembirakan. Hal ini yang dialami Mamik Endarni. Produk crafting-nya pun tembus ke pasar Amerika Serikat. Sangat membanggakan.

Laporan:Sandy Sri Yuwana

Di tangan Mamik Endarni, tumpukan kain dan bahan spunbond bukan sekadar bahan produksi. Dari benda-benda itu, perempuan 62 tahun asal Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, tersebut membangun harapan. Harapan agar ibu-ibu rumah tangga di sekitarnya bisa memiliki penghasilan sekaligus membantu perekonomian keluarga.

Perjalanan itu dimulai sekitar akhir 2015 hingga awal 2016. Saat itu, Mamik yang masih berprofesi sebagai guru SD kerap melihat para ibu yang mengantar anak ke sekolah hanya menghabiskan waktu dengan mengobrol. Dari situlah muncul gagasan sederhana.

“Kalau ibu-ibu diberi pekerjaan, mungkin bisa menghasilkan sesuatu untuk membantu ekonomi keluarga,” kenang Mamik saat ditemui di pabriknya, Selasa (7/7). Awalnya, dia mendapat tawaran mengerjakan sebuah produk. Namun, Mamik belum memiliki penjahit maupun mesin jahit. Suaminya kemudian membantu memotong bahan. Sementara proses menjahit diberikan kepada wali murid di sekolah tempatnya mengajar.

Usaha itu perlahan berkembang. Lima penjahit menjadi bagian awal perjalanan Tulip House. Modalnya pun sangat terbatas. Mamik bahkan harus memanfaatkan pinjaman dari koperasi sekolah untuk membeli mesin jahit manual dengan pedal.Mesin-mesin itu kemudian dipinjamkan kepada para penjahit. Pekerjaan dibawa ke rumah masing-masing. Mamik cukup memberikan pola dan catatan ukuran, kemudian melakukan pengecekan ketika pekerjaan telah selesai.

“Yang selalu kami jaga adalah kualitas. Jahitan harus rapi agar konsumen tetap percaya,” ujarnya. Tantangan terbesar bukan hanya soal produksi. Arus keuangan menjadi persoalan tersendiri. Sebab, sebagian besar penjahit merupakan ibu rumah tangga yang membutuhkan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari. Di sisi lain, pembayaran dari pelanggan tidak selalu diterima secara tunai.

Tak jarang, barang sudah selesai diproduksi tetapi pembayaran masih berjangka. Bahkan, ada pula pelanggan yang sudah memesan dan barang telah dibuat, namun tidak kunjung mengambilnya. Kerugian juga bisa terjadi ketika bahan telah dipotong, tetapi ternyata tidak sesuai dengan keinginan pelanggan. Barang yang sudah jadi pun terpaksa dijual dengan harga balik modal.

Namun, tantangan itu tak membuat Mamik berhenti. Justru, salah satu momentum penting Tulip House datang ketika pandemi Covid-19 melanda. Saat itu, Tulip House sudah telanjur membeli bahan baku. Pandemi membuat pesanan terhenti. Di tengah kebingungan, muncul ide memanfaatkan bahan tersebut untuk membuat alat pelindung diri (APD).

Hasilnya, sekitar 10 ribu APD berhasil diproduksi dan didistribusikan ke sejumlah daerah serta rumah sakit. Untuk Kabupaten Tulungagung sendiri, sekitar 500 APD turut disalurkan. Sejak saat itu, nama Tulip House semakin dikenal. Kini, usaha yang dirintis dari mesin jahit manual tersebut telah berkembang. Produk Tulip House bahkan menembus pasar internasional. Salah satu pesanan terbaru datang dari Amerika Serikat berupa kantong silika untuk kontainer.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Terduga Maling Ayam di Tabanan Tewas Dimassa Viral di Medsos

Amuk massa yang tak terkendali tidak hanya membuat KD meninggal dunia di lokasi kejadian akibat…

1 hour ago

AS Hentikan Sementara Serangan ke Iran, Stok Amunisi Dilaporkan Sudah Menipis

Jeda operasi militer ini muncul ketika perang yang semula diperkirakan hanya berlangsung beberapa pekan justru…

3 hours ago

Resmi! Menpan RB Restui 9 Instansi Buka Rekrutmen CPNS 2026 via Sekolah Kedinasan

Regulasi ini mencabut Peraturan Menteri PANRB Nomor 20 Tahun 2021 yang dinilai sudah tidak sesuai…

5 hours ago

Pengelolaan Aset di DPRP Berpotensi Jadi Temuan

Hanya saja untuk mendapatkan data terkait ini pihak sekretariat nampaknya masih sulit memberikan penjelasan. Meski…

6 hours ago

Harta Terpidana Kasus Korupsi Dana Desa Lanny Jaya Masih Ditelusuri

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya Sunandar Pramono, SH, MH menyatakan masih ada terpidana lainnya yang aliran…

6 hours ago

Bangkai Kendaraan Korban Kerusuhan Dipindahkan

Kendaraan yang sebelumnya berada di area parkir Histora dipindahkan ke bagian belakang stadion. Langkah ini…

8 hours ago