Categories: FEATURES

Ada yang Tawarkan Gratis, Ada yang Subsidi hingga Terjangkau

Menakar Gagasan Para Calon Walikota Jayapura Terkait Persoalan Pendidikan di Jayapura

Berbagai program pembangunan disiapkan empat paslon Walikota dan Wakil Walikota Jayapura, salah satunya pendidikan. Mana yang dianggap cocok untuk diterapkan.

Laporan:  Abdel Gamel Naser – Jayapura

Sudah tiga pekan empat pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Jayapura melakukan kampanye terbuka. Ada yang dilakukan dengan blusukan, ada yang dilakukan dengan dialogis, hingga menyebarkan alat peraga maupun kampanye lewat media social.

Masing – masing paslon juga telah menyiapkan “produk jualan” untuk dipromosikan kepada masyarakat. Bentuknya adalah program. Ada yang masuk lewat isu kearifan local, isu social, isu kesehatan, isu kenaikan upah, isu fasilitas hingga isu pendidikan. Isu yang pastinya “manis” untuk saat ini.

Untuk pendidikan bisa dibilang cukup menarik mengingat keempat pasangan mulai dari Frans Pekei-Mansur (Pekman), Jhony Banua Rouw-Darwis Massi (JBR-Hadir), Boy Markus Dawir-Dipo Wibowo (BMD-Dipo) hingga Abisai Rollo-Rustan Saru (ABR-Harus) sama – sama telah menyiapkan program menarik.

Persoalan pendidikan di Kota Jayapura kerap dikeluhkan para ibu rumah tangga akibat mahalnya uang pendaftaran masuk sekolah. Jutaan yang harus disiapkan untuk pendaftaran masuk dan ini membuat para orang tua sakit kepala. Jika anak hanya satu tentu lebih mudah namun jika tiga anak masuk bersamaan bisa – bisa pinjol yang jadi tujuan.

Mirisnya lagi pihak sekolah seperti tidak bisa memberikan solusi dan memberi kesan bahwa ini menjadi keharusan dan tanggungjawab orang tua jika anaknya ingin bersekolah. Isu ini menjadi menarik setelah pasangan JBR-Hadir mengeluarkan statemen bakal menggratiskan semua biaya pendidikan.

Hal tersebut lantas menjadi pemantik tidak hanya bagi warga kota tetapi juga para paslon. Warga kota tentunya sangat mengharapkan biaya pendidikan yang gratis mengingat selama ini beban biaya pendidikan terbilang tinggi.

Mulai dari biaya pendaftaran, biaya seragam, biaya buku maupun biaya komite. Alhasil ada kalimat yang muncul dan menyebut jika tak ada pendidikan yang gratis bahkan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas harus merogoh kocek lebih dalam. Sepertinya tak ada yang gratis untuk pendidikan.

Page: 1 2 3 4 5 6

Juna Cepos

Recent Posts

Bawa 1,7 Kg Ganja, Dua Tersangka Terancam 20 Tahun Penjara

   Kapolresta Jayapura Kota KBP Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Narkoba Polresta Jayapura Kota…

2 hours ago

BBM Subsidi Diduga Digunakan untuk Aktivitas Ilegal, Pengawasan Harus Berkelanjutan

Tim Sapu Bersih Penyalahgunaan Migas Provinsi Papua menemukan sejumlah indikasi penyalahgunaan dalam penyaluran BBM bersubsidi…

3 hours ago

Pemprov Papua Batasi Penggunaan HP di Sekolah

  Pembatasan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 19 Tahun 2026…

4 hours ago

Cegah Konflik Pertanahan, MRP Datangi Polda Papua

    Audiensi tersebut membahas sejumlah persoalan pertanahan yang terjadi di Papua, termasuk perkembangan penanganan…

5 hours ago

Pemkot Dorong Pemulihan Kehidupan dan Ekonomi Korban Kebakaran

   Menurut Mathius, salah satu kebutuhan yang cukup mendesak bagi warga saat ini adalah bahan…

6 hours ago

Posko Ditutup, Seluruh Bantuan Pengungsi Dok V Disalurkan

  Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan pada hari terakhir…

7 hours ago