Categories: FEATURES

Awalnya Kerap Berkelahi, Kini Kebiasaan Lama Mulai Luruh Seiring Waktu

“Sekarang saya terbiasa bangun pagi, disiplin, dan mau belajar,” ujarnya, dengan wajah sedikit senyum.

Cita-citanya sederhana, yaitu menjadi seorang anggota TNI yang bertugas di tanah kelahirannya.

Di sudut lain, Fani Wanggai, siswi kelas VII B, merasakan perubahan serupa. Dari rumahnya di Hamadi, ia kini menjalani hari-hari dengan pola yang teratur. “Saya senang sekolah di sini. Bangun pagi, makan teratur, dan belajar,” ucap Fani yang menyimpan mimpi menjadi dokter.

Perubahan itu tak hadir dengan sendirinya. Ada tangan-tangan yang membimbing mereka. Wali Asuh SRT 75 Jayapura, Ones Helembo menyebut, proses pendampingan dilakukan menyeluruh, jauh melampaui ruang kelas.

“Kami ajarkan mencuci pakaian, menjaga kebersihan, berolahraga, hingga memperkuat iman lewat doa dan ibadah singkat,” ujarnya.

Ia mengaku, awalnya tak mudah. Anak-anak kerap berkelahi, sulit berpisah dari orang tua, bahkan ada yang melompati pagar asrama untuk pulang. Suatu hari, ketika lagu diputar di asrama, tangis pecah anak-anak menangis, wali asuh pun ikut larut saat itu.

Namun waktu bekerja pelan-pelan. Hampir empat bulan berlalu, kebiasaan lama luruh. Tak ada lagi anak-anak bolos, kabur, atau tangisan rindu yang menguasai siang dan malam. “Mereka sekarang menganggap kami orang tua. Dan kami mendidik mereka seperti anak sendiri,” ucap pria 41 tahun ini.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 75 Jayapura, Abigael Kalami menjelaskan, sekolah ini mulai beroperasi sejak 29 September 2025 dan memasuki bulan keempat pada 26 Januari 2026. Total siswa 100 orang terdiri dari 50 SD dan 50 SMP, masing-masing terbagi dalam dua rombongan belajar.

Sekolah ini didukung sembilan guru hasil seleksi PPPK, 10 wali asuh, empat wali asrama, petugas keamanan, peyedia makanan, serta tenaga kebersihan. Seluruh ruang kelas telah dilengkapi papan tulis pintar, bahkan setiap siswa difasilitasi laptop.

“Kami menekankan pembelajaran karakter. Kurikulum bersifat fleksibel dan kontekstual,” jelas Abigael.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Aturan Sisa Kuota Internet Belum Dipatuhi Penuh

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut operator seluler belum sepenuhnya mematuhi ketentuan perlindungan…

1 day ago

Makannya Harus Disuap, Ikubator Disekat, Telur yang Tidak Menetas Disimpan untuk jadi Bukti

Setiap empat jam sekali, alarm sunyi di benak Rizki berdering. Tidak peduli matahari baru merayap…

1 day ago

Pemerintah Tak Hadir, Jalan Holtekamp Bakal Dipalang

Perwakilan masyarakat adat Kampung Nafri, Kristison Hanuebi, mengatakan, pihaknya telah dua kali mengikuti upaya fasilitasi…

1 day ago

Stok Bumbu Basah dan Komoditi Pertanian Menipis

Berkurangnya volume penerbangan baik pesawat cargo dan penumpang dalam satu pekan terakhir berdampak ketahanan stok…

1 day ago

Terlibat Pidana Umum, TNI Harus Diadili di Peradilan Umum

Mahkamah memberikan tenggat waktu paling lama dua tahun untuk melakukan perubahan terhadap undang-undang tersebut sejak…

1 day ago

Dinas Pendidikan: Belum Ada Edaran Belajar dari Rumah!

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Bambang Budiandoyo, menyatakan terkait dengan kondisi Kabut asap di…

1 day ago