Anak-anak yang masih membutuhkan penguatan literasi dan numerasi mendapat bimbingan tambahan di luar jam sekolah. Untuk kesehatan, pihak sekolah menjalin kerja sama dengan Puskesmas terdekat. Anak-anak mendapat makan tiga kali sehari, dari sarapan, makan siang hingga makan malam. Di sela-sewal waktu juga ada snack pagi dan sore. Mereka juga menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat yaitu bangun pagi, doa, olahraga, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Telepon genggam hanya boleh digunakan saat akhir pekan, dengan waktu terbatas. Kunjungan orang tua pun dijadwalkan. Semua diatur bukan untuk membatasi, melainkan membentuk.
“Dari Jayapura, mereka belajar bahwa pendidikan bukan sekadar pelajaran, melainkan perjalanan pulang menuju harapan,” tutupnya. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Manajer Persipura Jayapura, Owen Rahadiyan mengaku tak heran jika Reno Salampessy menjadi salah satu pilar…
emerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM setempat menargetkan pembangunan 13…
PSBS Biak akan melakoni laga pamungkas mereka pada Super League 2025/2026 pada Sabtu (23/5). Tim…
Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun mengatakan, Raperda tersebut merupakan hak inisiatif DPR…
Kejuaran Daerah Bupati Keerom Cup Series II Motocross dan Grasstrack Tahun 2026 memberikan banyak cerita.…
Menurut Rahmat, esensi perjuangan tahun 1908 sangat relevan dengan kondisi penegakan hukum modern saat ini.…