Categories: FEATURES

Sopir Keluhkan,  Sering Terendam Banjir dan Kurang Perhatian Pemerintah

Melihat Kondisi Terminal Pasar Induk Regional Youtefa

Tidak dirawat setelah terkena banjir beberapa tahun yang lalu, Kondisi Terminal angkutan umum Pasar Induk Regional Youtefa sangat memprihatinkan, padahal Pasar tersebut merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Jayapura.

Laporan: Jimianus Karlodi-Jayapura

Kamis (16/5) kemarin, Cenderawasih menyambangi lokasi terminal yang berada dibagian depan Pasar Induk Regional Youtefa. Terminal ini memang dibangun satu kawasan dengar pasar, dengan maksud untuk memudahkan transportasi maupun mobilisasi pedagang dalam mengangkut barang dagangan. Termasuk pengunjung  yang ingin berbelanja.

  Hanya saja, kondisi terminal ini kini sSangat memprihatinkan, tanpak kumuh dan tidak terawat, lantai bagian dalam terminal tertutup tanah, kayu serta plafon tapak rubuh dan rapuh.

  Terminal angkutan umum itu dikelilingi timbunan air kotor yang mengenang di lokasi tersebut. Tak hanya itu, di sisi kiri pintu masuk terminal juga ada terlihat tumpukan sampah yang belum diangkat.

   Koordinator sopir trayek wilayah Koya,  Sulaeman (51), mengaku kondisi ini terjadi sejak Pasar Induk Youtefa mengalami banjir sejak tiga atau empat tahun yang lalu.

  “Setahu saya kondisi seperti ini kurang lebih tiga atau empat tahun yang lalu, dan sejak itu pemerintah tidak memperhatikan tempat ini lagi,” kata Suleiman kepada Cenderawasih Pos, Kamis (16/5).

   Dia mengharapkan pemerintah untuk segera memperbaiki terminal tersebut, mengingat   terminal tersebut sering terendam banjir ketika musim hujan tiba. “Secara pribadi, saya berharap untuk ada perbaikan, terutama mungkin yang sederhana dulu,  ditinggikan supaya agak terbebas dari banjir begitu,” harapnya.

  Sulaiman, mewakili teman-teman sopirnya juga  menginginkan pemerintah untuk bekerja yang fleksibelnya dulu seperti ditimbun atau  dicor supaya tercipta suatu kenyamanan untuk penumpang yang tunggu di terminal tersebut.

  Dijelaskan Suleiman bahwa kondisi sekarang ini cukup berbeda, ketika hujan terminal tersebut langsung banjir. Sebab, sudah tidak ada lagi saluran atau selokan pembuangan air. Hal ini tentu berbeda dari dulu, saat terminal dan pasar ini baru dibangun.

    “Sekarang betul-betul kalau hujan itu banjir, kalu dulu mungkin karena selokan ataupun saluran air masih bagus, jarang terjadi banjir, tapi untuk tahun ini agak parah, ” jelas Suleiman.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Pemprov Siapkan Pembangunan 14 Ribu Rumah Rakyat

Gubernur Papua Mathius D Fakhiri, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk…

19 hours ago

30 Warga Puncak Terlibat Konflik Kwamki Narama Diproses Hukum

AKP Rian menegaskan bahwa puluhan orang yang ditahan setelah terlibat dalam beberapa tindakan kriminal. Dari…

19 hours ago

Dugaan Penimbunan BBM, Lima Kendaraan Diamankan

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru menjelaskan bahwa saat ini tim terpadu atau Garnisun terus…

20 hours ago

BPKAD Siapkan Lima Mobil Dinas Pimpinan OPD

Ia menambahkan, pada awal bulan lalu Pemkot Jayapura juga telah menyalurkan enam unit kendaraan dinas…

21 hours ago

“Suamiku dengan Temannya Terdampar di Sebuah Pulau, Katanya Masih Hidup”

Agus Salim dan Sa’di berangkat dari Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Hamadi menggunakan satu unit perahu…

22 hours ago

DKP Berharap Pembangunan Pelabuhan Perikanan Besar

Kepala DKP Papua Iman Djuniawal, mengatakan selama ini sebagian besar hasil tangkapan ikan di Wilayah…

23 hours ago