Categories: FEATURES

Berharap Kemensos Perhatikan Pendidikan di Papua

Salah satu anak yang didata adalah Ruslan Saweri (13), yang telah putus sekolah sejak 2024 saat masih duduk di bangku kelas IV SD. Ruslan kini tinggal bersama ibunya di belakang BTN Skyline, Kelurahan Wahimohrock, Distrik Abepura, setelah ayahnya meninggalkan keluarga.

“Ibunya tidak memiliki pekerjaan tetap dan kerap memancing ikan di Kali Acay untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sejak putus sekolah, Ruslan sehari-hari menjaga parkiran di sekitar Indomaret Jalan Baru Yotefa bersama teman-temannya,” jelas Elias.

Selain Ruslan, terdapat Klemens Degei, anak putus sekolah kelas V SD asal Koya yang kini hidup berpindah-pindah di kawasan Abepura dan Youtefa. Ia juga bekerja menjaga parkiran bersama teman-temannya dan kerap tidur di sekitar pertokoan.

KPKC juga mendata Paul Wali (11) yang tinggal bersama neneknya di kawasan Kali Acay dan tidak bersekolah karena keterbatasan biaya. Sementara Daniel Mayor (15), yang tinggal di kawasan Pasar Youtefa, telah putus sekolah sejak tingkat SMP akibat kondisi ekonomi keluarga.

Nama lain yang turut didata yakni Gerard Sostenes Ehaa (10) dan Yeremia Sokrates Ehaa atau Jerry Eha (11) yang tinggal bersama ibunya di kawasan Pasar Youtefa. Keduanya belum memperoleh akses pendidikan secara layak akibat kondisi ekonomi keluarga yang terbatas setelah orang tua mereka berpisah.
Selain itu, Ismail Wali Rehwi (15) yang tinggal di Abepantai, Distrik Abepura, juga terancam putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga. Ia tinggal bersama orang tua dan bapak tirinya yang bekerja sebagai buruh harian lepas.

KPKC juga mendata Yeremias Wali (13) yang tinggal bersama neneknya di kawasan Youtefa, serta Ardiansa Wali (12) dan Daniel Wali (11) yang berasal dari keluarga petani miskin dan terancam tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Sementara itu, Yoas Wanimbo (11) asal Koya diketahui sering berada di kawasan Waena dan Jalan Baru Youtefa untuk bermain dan menjaga parkiran di depan toko serta minimarket bersama teman-temannya.

Dari hasil pendataan tersebut, tiga nama telah diserahkan secara resmi kepada pihak terkait melalui Dinas Sosial Provinsi Papua, yakni Gerard Sostenes Ehaa, Yeremia Sokrates Ehaa, dan Ruslan Saweri untuk mendapatkan perhatian dan tindak lanjut melalui program sosial dan pendidikan pemerintah.
Anak-anak lainnya masih dalam proses pendampingan dan pemantauan oleh KPKC Keuskupan Jayapura guna memastikan kondisi sosial, pendidikan, serta kebutuhan dasar mereka tetap diperhatikan.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Dari Retorika Kebijakan Menuju Aksi Teknis

Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…

20 hours ago

Patroli Satgas Keamanan Identik Pengejaran Berujung Operasi Tempur

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua menilai pendekatan keamanan dalam penanganan konflik…

21 hours ago

Tiga Jenazah Korban Jembatan Putus Ditemukan

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan hari ke enam ini…

22 hours ago

Dituntut 18 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dan…

23 hours ago

Kogabwilhan Klaim Lumpuhkan Sejumlah Tokoh TPNPB-OPM

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyatakan satuan tugas TNI…

2 days ago

Maraknya Kebakaran, Wali Kota Minta Damkar Siaga Penuh

Menurut Abisai Rollo, tingginya angka kebakaran dalam beberapa waktu terakhir harus menjadi perhatian serius semua…

2 days ago