Elias Awekidabi Gobay mengatakan kondisi tersebut menunjukkan masih banyak anak-anak Papua yang kehilangan hak pendidikan akibat kemiskinan dan lemahnya perhatian terhadap masyarakat kecil di wilayah perkotaan.
“Negara harus hadir melihat langsung kehidupan masyarakat kecil di pinggiran Kota Jayapura. Banyak anak Papua kehilangan akses pendidikan karena kemiskinan dan kondisi keluarga,” ujarnya.
KPKC Keuskupan Jayapura berharap Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial Provinsi Papua, pemerintah daerah, serta Dinas Pendidikan dapat menindaklanjuti data tersebut melalui pendampingan sosial, bantuan pendidikan, perlindungan anak, serta akses sekolah bagi anak-anak yang telah lama berada di luar sistem pendidikan nasional.
“Pendataan ini juga menjadi bentuk kepedulian gereja terhadap persoalan kemanusiaan dan masa depan generasi muda Papua dalam momentum Hari Pendidikan Nasional, yang mengingatkan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap anak bangsa tanpa diskriminasi,” pungkas Elias. (8/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan…
Menurutnya, implementasi Otsus harus difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat asli Papua melalui program-program yang menyentuh…
Suasana di sekitar Stadion Lukas Enembe selalu berubah menjadi lebih hidup setiap kali pertandingan Persipura…
Menurut Abisai, hingga saat ini sudah banyak program dan kebijakan yang dijalankan dalam rangka implementasi…
Edarkan Tramadol yang diketahui masuk dalam jenis obat keras ribuan butir atau tepatnya sebanyak 1.721…
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Jayapura, Djoni Naa, mengungkapkan masih banyak oknum perusahaan di…