Dalam kepanikan, tak ada waktu untuk menyelamatkan barang-barang pribadi. “Kami hanya sempat ambil Alkitab yang di dekat kami. Baju, buku, bahkan ijazah semua hangus terbakar,” ujarnya.
Bagi anak-anak ini, kehilangan ijazah terasa sangat berat. Dokumen itu disimpan bersama pengurus panti disatu tempat khusus. Kini, tak ada satu pun yang tersisa. Selain dokumen penting, ada pula benda-benda kecil namun sarat makna yang ikut musnah dilalap api.
Mince Wenda, salah satu penghuni panti, menangis saat bercerita tentang boneka kecil pemberian temannya di SMP 14 Koya Koso. “Boneka itu dikasih waktu Valentine tahun 2024. Saya sangat sayang, tapi semuanya habis terbakar,” tuturnya.
Bagi Mince, boneka itu bukan sekadar mainan, melainkan simbol persahabatan. Kehilangannya membuat ia merasa seakan kenangan indah itu ikut terbakar bersama api.
Sementara Vebry, anak panti lainnya, kehilangan noken berharga pemberian kakak perempuannya. Ia masih ingat, tahun 2023 ia pulang ke kampung halamannya di Lanny Jaya. Saat itu kakaknya tengah sakit dan merajut noken untuknya.
“Begitu noken saya terima, kakak langsung meninggal. Saya selalu simpan baik-baik. Sekarang sudah tidak ada. Andai waktu bisa diputar, itu barang pertama yang ingin saya selamatkan,” tuturnya dengan mata berkaca kaca mengenang noken pemberian kakanya yang kini telah tiada.
Di sepanjang jalan utama menuju pelabuhan, sejumlah kendaraan datang silih berganti. Di antara suara…
Pantauan media ini, antrean panjang didominasi kaum ibu. Di bawah terik matahari, mereka datang dengan…
Langkah tegas Pemerintah Kota Jayapura tersebut, menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura,…
Untuk mendata dan menjangkau ratusan anak tersebut, Dinsos memobilisasi 24 kader yang tersebar di berbagai…
Kontra Persis Solo di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur menjadi pembuktian dari pelatih baru…
Berdasarkan regulasi pembagian intervensi perumahan dan kawasan permukiman, pemerintah daerah tingkat kabupaten dibatasi oleh aturan…