Categories: SENTANI

Guru TK Didorong Jadi Pondasi Wajib Belajar 13 Tahun

SENTANI – Perayaan HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) ke-76 yang dipusatkan di Kabupaten Jayapura. Kegiatan tersebut melibatkan guru-guru PAUD dan TK IGTKI-PGRI se-tanah Papua. Ketua IGTKI Provinsi Papua, Mahfudin mengatakan perjalanan panjang IGTKI selama 76 tahun telah menjadi bagian penting dalam sejarah pendidikan Indonesia, khususnya dalam membangun pondasi pendidikan anak usia dini melalui layanan taman kanak-kanak yang berkualitas.

Menurutnya, guru TK memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, dan kemampuan dasar anak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

“Pendidikan taman kanak-kanak bukan sekadar tahap awal, tetapi merupakan pondasi utama bagi keberhasilan pendidikan sepanjang hayat,” ujarnya.

Ia menjelaskan tema HUT ke-76 IGTKI-PGRI tahun ini menekankan pentingnya kesejahteraan guru TK sebagai pondasi wajib belajar 13 tahun.

Menurutnya, implementasi wajib belajar 13 tahun harus dimulai dari pendidikan anak usia dini dan taman kanak-kanak. Mahfudin menilai kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan guru. Guru yang sejahtera dinilai akan lebih fokus, kreatif, dan optimal dalam mendidik generasi bangsa.

“Pada usia 76 tahun ini kami berkomitmen mendorong peningkatan kesejahteraan dan kualitas guru taman kanak-kanak, serta memperkuat semangat pengabdian, profesionalisme, dan kebersamaan dalam memajukan pendidikan anak usia dini,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Harian Sekda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri menyampaikan selamat ulang tahun ke-76 kepada IGTKI-PGRI Provinsi Papua.
Ia mengatakan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota terus memberikan perhatian terhadap pendidikan anak usia dini sebagai pondasi pembentukan karakter generasi penerus bangsa.

Menurut Abdul Rahman Basri, berdasarkan data BPS jumlah anak usia 4 hingga 6 tahun di Indonesia mencapai sekitar 15,2 juta jiwa, sedangkan di Papua sekitar 310 ribu anak dan Kabupaten Jayapura sekitar 28 ribu anak.

“Dengan jumlah anak usia dini yang begitu besar, maka menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, mitra, dan masyarakat untuk mempersiapkan pendidikan yang baik bagi mereka,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP-PKK sekaligus Bunda PAUD Provinsi Papua, Ra’fatul Mulkiyah Matius Fakhiri menegaskan pendidikan anak usia dini merupakan tahap yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Mentan Janjikan Penambahan Kuota BBM Subsidi

Menanggapi aspirasi para petani, Menteri Pertanian langsung menghubungi pihak Pertamina untuk mencari solusi atas keterbatasan…

14 hours ago

Seringnya Kehabisan BBM, Terpaksa Beli di Pengecer yang Harganya Lebih Tinggi

Di kota ini, angkutan umum khususnya angkot atau taksi lokal bukan sekadar sarana mobilisasi, melainkan…

15 hours ago

DPRP Minta Penanganan Pasca Konflik Ditangani Menyeluruh

Ketua DPRP Papua Pegunungan Yos Elopere, S,IP, M.KP meminta Wamendagri Ribka Haluk, Gubernur Papua Pegunungan…

16 hours ago

Komis IV DPRP Minta Gubernur Tegur Kadis PUPR

Ketua Komisi IV DPR Papua Pegunungan, Terius Wakur meminta Gubernur Papua Pegunungan segera memberikan teguran…

17 hours ago

Sengketa Hak Ulayat Kantor Kelurahan Seringgu Jaya Dimediasi

Mediasi mempertemukan Buang Mahuze yang mengaku sebagai pewaris hak ulayat atas tanah tersebut dengan Kepala…

18 hours ago

Pemprov Terima Kunci Rumah Susun ASN Papua Tengah

Serah terima tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung penguatan birokrasi di provinsi termuda…

19 hours ago