

Suasana perayaan HUT -IGTKI-PGRI ke-76 yang di pusatkan di Kabupaten Jayapura, dihadiri oleh Ketua TP-PKK sekaligus Bunda PAUD Provinsi Papua, Wakil TP-PKK Kabupaten Jayapura, Plh. Sekda Kabupaten Jayapura serta Ketua PGTKI Provinsi Papua, Jumat (22/5). (foto:Yohana/Cepos)
SENTANI – Perayaan HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) ke-76 yang dipusatkan di Kabupaten Jayapura. Kegiatan tersebut melibatkan guru-guru PAUD dan TK IGTKI-PGRI se-tanah Papua. Ketua IGTKI Provinsi Papua, Mahfudin mengatakan perjalanan panjang IGTKI selama 76 tahun telah menjadi bagian penting dalam sejarah pendidikan Indonesia, khususnya dalam membangun pondasi pendidikan anak usia dini melalui layanan taman kanak-kanak yang berkualitas.
Menurutnya, guru TK memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, dan kemampuan dasar anak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
“Pendidikan taman kanak-kanak bukan sekadar tahap awal, tetapi merupakan pondasi utama bagi keberhasilan pendidikan sepanjang hayat,” ujarnya.
Ia menjelaskan tema HUT ke-76 IGTKI-PGRI tahun ini menekankan pentingnya kesejahteraan guru TK sebagai pondasi wajib belajar 13 tahun.
Menurutnya, implementasi wajib belajar 13 tahun harus dimulai dari pendidikan anak usia dini dan taman kanak-kanak. Mahfudin menilai kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan guru. Guru yang sejahtera dinilai akan lebih fokus, kreatif, dan optimal dalam mendidik generasi bangsa.
“Pada usia 76 tahun ini kami berkomitmen mendorong peningkatan kesejahteraan dan kualitas guru taman kanak-kanak, serta memperkuat semangat pengabdian, profesionalisme, dan kebersamaan dalam memajukan pendidikan anak usia dini,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Sekda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri menyampaikan selamat ulang tahun ke-76 kepada IGTKI-PGRI Provinsi Papua.
Ia mengatakan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota terus memberikan perhatian terhadap pendidikan anak usia dini sebagai pondasi pembentukan karakter generasi penerus bangsa.
Menurut Abdul Rahman Basri, berdasarkan data BPS jumlah anak usia 4 hingga 6 tahun di Indonesia mencapai sekitar 15,2 juta jiwa, sedangkan di Papua sekitar 310 ribu anak dan Kabupaten Jayapura sekitar 28 ribu anak.
“Dengan jumlah anak usia dini yang begitu besar, maka menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, mitra, dan masyarakat untuk mempersiapkan pendidikan yang baik bagi mereka,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua TP-PKK sekaligus Bunda PAUD Provinsi Papua, Ra’fatul Mulkiyah Matius Fakhiri menegaskan pendidikan anak usia dini merupakan tahap yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak.
Page: 1 2
Di luar ruangannya, puluhan taksi konvensional (angkot) berwarna putih berbaris rapi di bawah bayang-bayang bangunan…
Kepala Bea Cukai Jayapura, Fungki Awaludin, mengatakan pemusnahan dilakukan berdasarkan Surat Persetujuan Pemusnahan dari Menteri…
lub Persipura Jayapura merupakan salah satu tim yang memiliki prestasi cukup mentereng pada kompetisi sepakbola…
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, mengungkapkan berdasarkan data sementara yang mereka…
Kapolres menyampaikan, peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh sekelompok Orang Tidak Dikenal (OTK) di lokasi penambangan…
Polres Jayapura berhasil mengamankan seorang terduga pelaku kasus kecelakaan lalu lintas tabrak lari yang menyebabkan…