Bendahara panti, Rentata Mariones Yopo, menambahkan bahwa sebagian anak sementara dibawa oleh orang tua atau keluarga mereka, tapi mayoritas masih bertahan di pengungsian. “Kami terus kuatkan mereka. Kami selalu bilang bahwa, Tuhan pasti siapkan sesuatu yang besar di balik peristiwa ini,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Kisah anak-anak Panti Asuhan Pembawa Terang bukan hanya tentang kehilangan harta benda, tapi juga tentang keteguhan hati. Mereka kehilangan rumah, dokumen, bahkan benda-benda kenangan, namun tidak kehilangan harapan.
“Api memang memusnahkan bangunan, tapi tidak bisa membakar semangat dan kasih yang tumbuh di antara anak anak kami. Di tengah segala keterbatasan, mereka percaya: dari abu yang tersisa, Tuhan sedang menyiapkan cahaya baru bagi mereka kedepannya,” pungkas Rentata Mariones (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pemerintah Provinsi Papua menyatakan produksi telur ayam di empat kabupaten kini telah melampaui kebutuhan harian…
Para pengelola pantai dan penyedia jasa penyewaan pondok wisata kini harus menelan pil pahit…
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.S.C., Uskup…
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, mengatakan Festival Port…
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM)…
Menurut Abisai, ASN merupakan ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, setiap pegawai dituntut untuk…