Bendahara panti, Rentata Mariones Yopo, menambahkan bahwa sebagian anak sementara dibawa oleh orang tua atau keluarga mereka, tapi mayoritas masih bertahan di pengungsian. “Kami terus kuatkan mereka. Kami selalu bilang bahwa, Tuhan pasti siapkan sesuatu yang besar di balik peristiwa ini,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Kisah anak-anak Panti Asuhan Pembawa Terang bukan hanya tentang kehilangan harta benda, tapi juga tentang keteguhan hati. Mereka kehilangan rumah, dokumen, bahkan benda-benda kenangan, namun tidak kehilangan harapan.
“Api memang memusnahkan bangunan, tapi tidak bisa membakar semangat dan kasih yang tumbuh di antara anak anak kami. Di tengah segala keterbatasan, mereka percaya: dari abu yang tersisa, Tuhan sedang menyiapkan cahaya baru bagi mereka kedepannya,” pungkas Rentata Mariones (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menjelang hari raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemkab Jayawijaya menyerahkan satu ekor sapi kepada Panitia…
Sekretaris DPW LDII Provinsi Papua, Ahmad Saefudin, SH, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya, proses penyembelihan sebagian…
Gerai Koperasi Merah Putih di Kampung Warsansan akan dibangun di atas lahan dengan luas kurang…
Untuk menyiasati hilangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi kendaraan, pengelola Terminal Ekspo Waena…
Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra, SH.,MM resmi dilantik sebagai Ketua DPD II Partai Golkar…
Kehadiran orang nomor satu di Kota Jayapura itu sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap berbagai…