Ia juga menilai perlu ada sekat antara dapur dan ruang pemorsian guna menjaga higienitas makanan. “Ini bagian dari tanggung jawab bersama, agar kualitas layanan tetap terjaga,” tegasnya
Bagi para siswa, mungkin MBG hanyalah seporsi nasi dengan lauk sederhana. Namun di baliknya, ada kerja keras puluhan orang yang rela bangun tengah malam, ada semangat membangun gizi anak Papua, dan ada kepedulian untuk menjaga masa depan generasi muda. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Beban moril dipikul punggawa Persipura pada laga menjamu PSBS Biak di Stadion Sriwedari, Solo, pada…
Dalam kurun waktu 9 bulan, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III berhasil menangkap 22 orang…
Melihat botol miras di atas meja, korban kemudian menegur dan merekam sebagai bahan pemberitaan. Aksi…
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyebut penangkapan ini sebagai pengembangan kasus…
Banyak orang menganggap nasi panas dan nasi dingin hanya berbeda pada suhu. Padahal, proses pendinginan…
Pemusnahan yang dipimpin langsung oleh Hendra Wijaya, SH.,MH dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat dari sejumlah…