Menggerakkan dapur raksasa bukan perkara mudah. SPPG Polda Papua mengandalkan 41 tenaga kerja, terdiri dari 38 relawan dan 3 staf inti, antara lain Kepala SPPG, Akuntan, serta Ahli Gizi. Dari jumlah itu, sebagian orang merupakan OAP yang turut berperan penting dalam setiap tahap pengolahan makanan.
Sistem kerja mereka diatur bergiliran. Tim kebersihan mulai bertugas sejak pukul 07.00 hingga 17.00 WIT. Tim bahan baku bekerja sore hingga malam, sementara tim masak bergantian sesuai jadwal. “Semua berjalan dengan disiplin, karena ini soal tanggung jawab terhadap ribuan anak,” ujar Kombes Sandi.
Belajar dari kasus di sejumlah daerah lain, SPPG Polda Papua menaruh perhatian besar pada keamanan pangan. Proses pengawasan dilakukan berlapis, melibatkan tim Safety Food, BGN, dan tenaga ahli gizi dari Biddokkes Polda Papua.
“Setiap makanan yang sudah dimasak diuji dulu secara organoleptik,” jelas AKP Didi Subowo, Koordinator Safety Food.
Metode organoleptik melibatkan pemeriksaan bau dan tekstur makanan. “Kalau ada aroma tak sedap atau tekstur berlendir, langsung kami sisihkan,” tambahnya.
Tahap berikutnya adalah pemeriksaan kimiawi dengan kit khusus untuk mendeteksi kandungan arsenik, sianida, nitrit, hingga formalin. “Kalau hasilnya aman, baru kami laporkan ke kepala SPPG untuk distribusi ke sekolah-sekolah,” kata Didi.
Selain itu, tim ahli gizi juga melakukan evaluasi gizi penerima manfaat. “Kami ingin tahu apakah MBG benar-benar memberi dampak bagi siswa. Hasilnya sejauh ini positif,” ujar Bela Erni Putri, Ahli Gizi dapur SPPG.
Di tengah pencapaian itu, Irwasda Polda Papua, Kombes Pol Jermias Rontini, mengingatkan masih ada hal yang perlu diperbaiki, terutama fasilitas dapur. “Saya harap BGN bisa memperluas ruang pencucian ompreng, karena ruangan yang ada sekarang terlalu kecil untuk ribuan ompreng setiap hari,” ujarnya.
Manajemen kampus menjamin tidak ada toleransi bagi penyusupan paham maupun ideologi yang bertentangan dengan…
Pesan tersebut disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua, Suzana Wanggai, saat membacakan…
Kerukunan antarumat beragama bukan sekadar slogan, tetapi sebuah tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui…
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jayapura di Doyo Baru, Kabupaten Jayura telah mengusulkan sebanyak…
Di tengah usia yang semakin senja, pertemuan itu berlangsung sederhana. Para veteran saling menyapa,…
Menurut Axel, berdasarkan informasi yang diperoleh dalam kegiatan Rakernis bersama Densus 88 AT Polri, terdapat…