Categories: EKONOMI BISNIS

Penjualan Kue Kering Mulai Marak

MULAI MARAK- Seorang penjual kue kering di pasar Youtefa saat menunjukan berbagai jenis kue yang dijual, Rabu (22/5) kemarin.( FOTO : Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Menyambut Idul Fitri para penjual kue kering rumahan mulai menyiapkan berbagai kue kering dan cake untuk melengkapi permintaan masyarakat. Produksi kue kering rumahan tersebut mulai dilakukan sejak minggu kedua bulan ramadhan sampai dengan H-2 sebelum Lebaran.

  Diana salah seorang penjual kue kering di Pasar Youtefa mengatakan, pihaknya sudah mulai menyiapkan kue kering sejak minggu kedua ramadahan, saat ini sudah tersedia 10 karton atau sebanyak 120 toples dengan berbagai jenis kue, belum ditambah dengan kue titipan dari masyarakat lainnya.

  “ Kali ini persiapan yang kami lakukan tidak terlalalu banyak, sampai dengan saat ini kami baru siapkan 20 karton yang mana 10 karton buatan sendiri dan 10 karton lagi merupakan titipan jadi total kue yang kami siapkan sebanyak 240 toples,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (22/5) kemarin.

 Diakuinya, pihaknya tidak hanya menyiapkan kue kering tetapi juga kue cake sesuai kebutuhan konsumen. Untuk saat ini, dirinya akui pembelian kue kering belum terlalu ramai, akan tetapi untuk memenuhi permintaan masyarakat pihaknya sengaja menyiapkan kue kering lebih awal.

“Setiap tahun selalu kami siapkan kue kering, biasanya pada H-7 sampai hari H penjualan kue kering meningkat. Harga yang kami berikan terjangkau yakni Rp 35 ribu/toples jika beli 3 toples sekaligus Rp 100 ribu, sedangkan untuk cake kami jual Rp 60 ribu/kue,” terangnya.

Sementara itu Wati penjual kue kering lainnya di Pasar Youtefa juga mengakui bahwa pihaknya khusus menyambut Idul Fitri menyiapkan kue kering sebanyak 400 toples, yang mana kue tersebut sudah diproduksi sejak minggu pertama puasa dan baru dijualnya pada pertengahan puasa.

  “ Kami produksi sendiri dengan membayar tenaga kerja, adapun pekerja yang saya pakai sebanyak 2 orang, saya membayar upah mereka sampai dengan minggu terakhir puasa atau hitungan satu bulan Rp 1,5 juta perorang,” jelasnya.

  Diakuinya, setiap kue yang disediakanya beraneka jenis mulai dari nastar, putri salju, kue rambutan, lida kucing dan sebagainya. Harganya pun cukup terjangkau yakni Rp 35 ribu/toples dan biasanya sampai dengan mendekati hari raya pihaknya berikan harga khusus dengan tujuan menghabiskan stok kue yang telah diproduksinya. (ana)

newsportal

Recent Posts

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

15 hours ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

16 hours ago

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

16 hours ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

17 hours ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

17 hours ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

18 hours ago