Categories: EKONOMI BISNIS

Barbershop Marak,  Omzet Pangkas Rambut Madura Turun

Usaha pangkas rambut Madura di Entrop yang terlihat sepi akibat pandemi Covid-19,  dengan adanya pembatasan waktu dan meningkatnya usaha barbershop, Rabu (17/3). ( FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA- Dampak Covid-19 di tahun 2020 sampai saat ini membuat jusaha pangkas rambut Madura mengalami penurunan omzet. Pendapatan mereka turun drastis. Selain karena wabah Covid-19, juga  semakin banyaknya usaha barbershop.

  Rizal salah satu pemangkas rambut Madura di Entrop mengaku,  usaha pangkas rambut Madura saat ini sudah tidak seperti dulu lagi. Semenjak ada virus Corona membuat omzet usaha mereka turun  sampai 40 persen karena satu hari hanya sekira 6-8 orang saja yang datang tapi dulunya bisa lebih.

Diungkapkan, pangkas rambut Madura banyak yang tutup akibat tidak diperbolehkan buka oleh pemerintah, dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sehingga banyak usaha pangkas rambut Madura yang tidak ada pemasukan sama sekali. Setelah usaha ini diizinkan buka,  tetap saja dilakukan pembatasan waktu seperti saat ini sampai 21.00 WIT ini juga mempengaruhi omzet.

“Usaha pangkas rambut Madura saat ini sudah tidak seperti dulu, karena pengunjung sudah mulai turun akibat pandemi.  Ditambah lagi adanya usaha barbershop yang semakin menjamur, sehingga masyarakat sudah banyak pilihan dalam memangkas rambut,’’katanya, Rabu (17/3)kemarin.

Hal senada juga dikatakan Muklis pangkas rambut Madura di Abepura. Memang omzet usaha pangkas rambut Madura sekarang mengalami penurunan tidak seperti dulu. Di tengah maraknya usaha barbershop yang mulai menggeliat di jayapura, mulai di mall, ruko-ruko dan lainnya.

Apalagi konsep barbershop yang modern dengan alat pangkas rambut yang banyak tentu masyarakat banyak yang ingin mencoba pangkas rambut di barbershop.

Walaupun demikian, pihaknya tetap optimis pangkas rambut Madura tetap bisa eksis di tengah banyaknya usaha barbershop, karena pelayanan di pangkas rambut Madura tentu lain dimana pelanggan langsung dipijat supaya badan terasa rileks dan segar dan tarifnya murah Rp 40 ribu. Sedangkan di barbershop tentu tarifnya lebih mahal.(dil/ary)

newsportal

Recent Posts

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

11 hours ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

11 hours ago

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

12 hours ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

12 hours ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

13 hours ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

13 hours ago