Categories: EKONOMI BISNIS

Harga Beras Melonjak,  Pemprov Sarankan Warga Konsumsi Pangan Lokal

JAYAPURA – Di tengah lonjakan kenaikan harga beras, Pemerintah Provinsi Papua sarankan warga untuk konsumsi pangan lokal. Ajakan ini sebenarnya sudah lama dilakukan pemerintah.

Bahkan, pemerintah sendiri kerap memberikan pelatihan dan bantuan mesin pengolah sagu dan jagung bagi kelompok usaha di Papua. Terakhir, dalam kunjungan ke Supiori, Pemprov melalui Dinas Pertanian memberikan bantuan berupa alat pengolahan sagu kepada masyarakat setempat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Papua, Jeri Agus Yudianto menyampaikan, saat dilakukan pertemuan antara Pj Gubernur Papua M Ridwan Rumasukun dan Kabulog. Mendorong masyarakat peningkatan potensi komoditi non beras dan itu sudah menjadi konsennya Pemda.

“Terkait lonjakan beras, Pj Gubernur mendorong pemanfaatan bahan baku non beras yang sangat potensial di Papua seperti sagu dan ubi-ubian,” ucap Jeri saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (5/10).

Jeri juga menyebut bahwa variasi untuk non beras di Papua sangat banyak dan warga bisa memanfaatkan itu.

“Kami mendorong masyarakat kembali mengkonsumsi pangan lokal seiring dengan naiknya harga beras. Jika kita mengkonsumsi non beras, otomatis dengan sendirinya harga beras akan turun,” terangnya.

Selain itu, Jeri mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan lahannya dengan menanam pangan lokal. Selain untuk konsumsi pribadi, juga menjadi pendapatan ekonomi masyarakat setempat.

“Potensi sagu terbesar ada di Kabupaten Jayapura, bahkan produksinya hampir 5 ribu ton,” kata Jeri.

Jeri pun menyampaikan bahwa dari 9 kabupaten/kota di Papua, Kabupaten Jayapura merupakan penghasil sagu terbesar, disusul Kabupaten Keerom, Kabupaten Sarmi dan Kabupaten Yapen.

“Diharapkan bisa didorong untuk dikembangkan sebagai pangan alternatif yang terbesar,” kata Jeri.

Sebagaimana data tahun 2022 tercatat Kabupaten Jayapura produksi 5,9 ton dengan luas areal tanaman menghasilkan (TM) 3,509.,Keerom produksi sebanyak 1,7 ton dengan luas areal TM mencakup 1.625 dan Sarmi  dengan luas areal TM 1.223 memproduksi sebanyak 1,5 ton.

Sementara itu, terkait dengan stok beras sendiri. Jeri memastikan bahwa stok beras untuk 9 kabupaten kota di Papua terpenuhi. “Stok beras kita terpenuhi untuk 6 bulan ke depan, sehingga kami meminta masyarakat tidak panik,” pungkasnya. (fia/ary)

Juna Cepos

Recent Posts

Puskesmas Rimba Jaya Tak Luput dari Pemalangan

Puskesmas Rimba Jaya yang berlokasi di Lepro, Kelurahan Rimba Jaya, Merauke, berada dalam satu kawasan…

4 hours ago

Stunting di Merauke Capai 17,4 Persen

Berdasarkan data tahun 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Merauke tercatat 17,4 persen atau sebanyak 1.462…

4 hours ago

Pemkab Jayawijaya-PLN UP3 Wamena Launching Program Jayawijaya Terang di Distrik Tailarek

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan saat ini pemerintah sedang berupaya untuk menfokuskan pembangunan…

5 hours ago

Camporee Pathfinder Arafura International Bentuk Karakter Generasi Muda

Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, menegaskan bahwa Camporee Pathfinder Arafura International 2026 menjadi wadah…

5 hours ago

Dua Unit Ruko dan Satu Garasi Ludes Terbakar

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH membenarkan adanya kebakaran tersebut yang…

6 hours ago

Polisi Beberkan Hasil Olah TKP Kecelakaan Maut di Jalan Logpon Mimika Tewaskan Seorang Pria

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, mengonfirmasi bahwa kecelakaan ini melibatkan satu…

6 hours ago