Categories: BERITA UTAMA

Jangan Justru Menimbulkan Kemiskinan Baru di Papua

JAYAPURA– Ketua Komnas HAM Papua, Frits Ramandey mengingatkan pemerintah pusat, jangan sampai program transmigrasi menimbulkan kemiskinan baru di Papua lantaran tidak dikaji secara baik. Untuk itu, Komnas HAM meminta program transmigrasi yang sebelumnya pernah dilakukan di Papua dievaluasi terlebih dahulu sebab  program ini berpotensi menimbulkan masalah sosial terhadap kepemilikan hak ulayat masyarakat adat Papua.

“Misalnya kita lihat di Kabupaten Jayapura, itu masih menjadi masalah. Sebab pembebasan lahan mengakibatkan masyarakat pribumi kehilangan mata pencahariannya, begitu juga di wilayah lainnya seperti Arso, Lereh, Senggi, Merauke dan daerah lainnya di tanah Papua,” bebernya.

Menurut Frits, jika program transmigrasi tidak dikaji baik. Ia akan menimbulkan kemiskinan baru dan mengakibatkan problem hak ulayat masyarakat asli Papua yang dibawah secara paksa dengan tidak manusiawi.

“Masyarakat Papua hari ini terancam hilang identitas budayanya karena kelompok transmigrasi dan kelompok paguyuban yang ada di Papua, dalam konteks HAM, transmigrasi mengakibatkan identitas orang Papua hilang,” tegasnya.

Kata Frits, program transmigrasi yang tidak dikaji baik maka menambah panjang rentang konflik yang ada di Papua. Selain itu, transmigrasi dalam konteks Papua harus dilihat sebagai upaya membangun kesejahteraan orang Papua atau kehadiran mereka untuk membuka isolasi.

“Ini juga harus diumumkan, jangan alasan pemerataan dijadikan dasar untuk mengrim transmigrasi yang mengakibatkan ekososialisme budaya orang Papua terancam, kemudian menimbulkan konflik baru yang korbannya adalah orang Papua dan transmigrasi itu sendiri,” tegasnya.

Sementara satu daerah yang telah menjalankan program ini sejak puluhan tahun lalu adalah Papua Selatan.(fia/ulo/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Polisi Temukan 10 Selongsong Peluru 5,56 MM

Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan aparat dari Polres Jayawijaya didukung…

6 hours ago

Laporan Pertanggungjawaban Lambat, Pemprov Disemprot

Wagub atas nama Pemerintah Provinsi disemprot Fraksi PDI Perjuangan terkait penyampaian dan pembahasan laporan pertanggungjawaban…

6 hours ago

Tanamkan Karakter dan Integritas Untuk Cegah Korupsi Sejak Dini

  Upaya ini dinilai sangat strategis mengingat korupsi bukan sekadar kejahatan biasa, melainkan masuk dalam…

7 hours ago

Satu KKB “Bernyanyi”, Empat Orang Langsung Dibekuk

Dari lima tersangka yang ditetapkan, dua di antaranya, yakni AU dan MP tewas setelah melakukan…

7 hours ago

Kepsek Diwarning, Harus Tegas Tangani Tawuran Pelajar!

   Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, mengatakan persoalan tawuran antara kedua sekolah tersebut…

8 hours ago

Diduga Kelompok Baru yang Bermain

Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol Inf Teuku Jozanda, mengonfirmasi bahwa penyisiran dan operasi pencarian kini…

8 hours ago