Untuk itu mahasiswa juga meminta agar pemerintah daerah, pihak gereja, dan para kepala suku di Yahukimo berpihak kepada masyarakat sipil yang terdampak situasi keamanan tersebut.
Selain itu, mereka mendesak Polda Papua dan pemerintah pusat, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera menarik seluruh pasukan militer organik dan nonorganik dari Kabupaten Yahukimo dan wilayah Papua lainnya. “Jika tidak ditanggapi kami akan lumpuhkan Yahukimo,” ancamnya.
Sementara dari kejadian ini ibukota Yahukimo, Dekai pada Rabu kemarin mendadak tegang. Terlihat dari video dan foto yang beredar di media sosial dimana jenasah sempat diarak ke rumah sakit dan pihak keluarga menyampaikan bahwa pemerintah dan DPR harus bersikap. Harus melindungi masyarakatnya, bukan diam dan membiarkan aparat melakukan tindakan seenaknya dan akhirnya jatuh korban. (jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta Herlina Rahagiar mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Asmat melalui…
Bupati mengungkapkan bahwa transportasi laut mulai mengalami kendala serius, di mana kapal cepat yang menjadi…
Menurutnya, TPAKD bukan sekedar forum koordinasi melainkan instrumen kebijakan daerah guna memperluas inklusi keuangan masyarakat,…
Dalam arahannya, Bupati Frans Mote menegaskan bahwa pembangunan 10 unit rumah ini tersebar di beberapa…
Dalam arahannya, Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si menegaskan bahwa Reformasi Birokrasi bukan sekadar…
Wakil Mentri PUPR Diana Kusumastuti saat melakukan kunjungan kerja melihat lokasi pembangunan kantor Gubernur Papua…