

WAROPEN – Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca buruk yang melanda wilayah Waropen. Dalam beberapa hari terakhir, angin kencang disertai hujan badai dilaporkan terus terjadi dan mulai mengganggu stabilitas wilayah.
Dari pengamatan di lapangan Kondisi cuaca ekstrem ini disinyalir akan berdampak langsung pada kekuatan ekonomi daerah. Pasalnya, sebagian besar aktivitas ekonomi masyarakat Waropen sangat bergantung pada jalur laut dan operasional pelabuhan yang kini terhambat oleh gelombang tinggi.
Bupati mengungkapkan bahwa transportasi laut mulai mengalami kendala serius, di mana kapal cepat yang menjadi moda utama transportasi antar wilayah sempat tidak bisa menyinggahi Waropen beberapa waktu lalu, dan mengubah jadwal reguler. Hal ini memicu kekhawatiran akan terganggunya rantai pasokan kebutuhan pokok masyarakat, serta kebutuhan layanan transportasi laut antar distrik yang masih jadi andalan masyarakat.
Selain masalah transportasi, ancaman nyata kini mengintai warga yang bermukim di sepanjang garis pantai. Sejumlah kampung seperti Mambui, Ghoyui, Urfas, serta kampung-kampung pesisir lainnya dilaporkan dalam kondisi terancam bahaya abrasi akibat hantaman ombak besar.
Page: 1 2
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…