Categories: BERITA UTAMA

Cacat Administrasi, DPRK dan Pemkot Diminta Tinjau Ulang

  “Secara otomatis ini sudah bertentangan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 106 tahun 2021, tentang Mekanisme Pengangkatan Anggota DPRK di kota Jayapura,” kata Jusuf kepada Cenderawasih Pos, di Abepura, Jumat (25/4) sore.

  Lebih lanjut kata Jusuf, seharusnya ketiga calon anggota DPRK Jayapura yang dinyatakan lolos oleh Pansel itu telah gagal secara administrasi saat seleksi administrasi. Karena itu Jusuf mempertanyakan kinerja dari Pansel kota Jayapura saat itu.

  “Kenapa mereka bisa diloloskan, secara administrasi kan mereka harus gugur, atau kalaupun diangkat, diangkat di daerah dimana ia mendaftarkan, tapi ko ini dia diangkat di kursi adat yang lain,” tanya Yusuf dengan tegas.

  Karena itu ia mengkhawatirkan jika, proses ini masih dilanjutkan, maka masyarakat pasti akan mengamuk. Karena aturan hukumnya sudah jelas salah. Adapun solusinya,  kata pengacara itu DPR Kota Jayapura harus memangil Pansel dan PJ Walikota saat itu untuk periksa administrasi dari ketiga calon anggota DPRK tersebut.

“Dari awal sudah salah, itu yang menjadi keberatan dari bapak-bapak ini (sambil menunjuk kedua pengugat). Itu yang tidak boleh dilakukan karena ini kursi adat orang yang diangkat juga harus sesuai adat masing-masing,” pungkasnya.

Zakarias Hanvebi dan Yusuf Awi Nero (FOTO:Jimi/Cepos)

Di tempat yang sama pengugat, Zakarias Hanuebi dan Yusuf Awi Nero mengaku menolak keras atas rencana pelantikan sejumlah DPR Kota Jayapura dari kursi pengangkatan.

  Menurut keduanya apa yang dilakukan oleh Pansel DPRK Jayapura termasuk pelecehan terhadap adat. Tak hanya itu,  pihaknya meminta kepada Ketua DPR Kota Jayapura harus tahu dan paham dengan adat Port Numbay, sebelum mengambil keputusan untuk dilakukan pelantikan.

  “Kami orang adat khusus Port Numbay kami tidak setuju dengan pelantikan DPR Kota Jayapura dari kursi pengangkatan. Sebab itu termasuk pelecehan terhadap orang adat. Sekaligus kami protes keras jangan ada pelantikan,” tegas Zakarias calon anggota DPRK yang dinyatakan tidak lolos oleh Pansel. (kar/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

2 days ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

2 days ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

2 days ago

Sertifikasi Pramusaji, Perkuat Kompetensi SDM Pariwisata 

  Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…

2 days ago

Dipicu Masalah Asmara, Dua Kelompok Warga di Merauke Saling Serang

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…

2 days ago

Lautan Batu Apung Kepung Pantai Hamadi

Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…

2 days ago