Categories: BERITA UTAMA

Blusukan Cek Masalah Kelautan Hingga Sarpras Pelabuhan Depapre

JAYAPURA – Potensi perikanan dan kelautan di Kabupaten Jayapura tepatnya di Distrik Depapre dianggap masih sangat menjanjikan. Hanya saja selama ini potensi tersebut tidak terkelola secara maksimal sehingga tidak memberi banyak manfaat baik pada sektor ekonomi warga di Depapre tetapi juga bagi daerah.

Padahal ada sejumlah investor baik dari lokal, nasional bahkan internasional yang menunggu kapan potensi ini benar-benar secara serius akan digarap. Jika semakin lambat maka investor dipastikan akan menuju daerah lain.

Karena itulah Wakil Ketua II DPR Papua, Mukri Hamadi bersama Komisi II DPR Papua yang membidangi perekonomian maupun koperasi meninjau langsung elemen penunjang dari potensi yang sudah ada. Pertama yang didatangi adalah SMK N 3 Kemaritiman. Disini terungkap jika secara infrastruktur yang dibutuhkan adalah sebuah asrama yang diperuntukkan bagi siswa.

“Yang terjauh adalah Kampung Yongsu dan ada murid kami disana. Jika ada uang sekolah maka ia akan ke sekolah tapi jika tidak ya tidak masuk,” kata Kepala SMK N 3 Kemaritiman, Drs Yulius Apaseray disela-sela kunjungan, Kamis (24/4).

Selain sarana, asrama peralatan praktek dibidang perikanan, lab komputer dan lab bahasa inggris juga dibutuhkan. SMK Kemaritiman dibangun sejak 2006 dan jumlah siswa saat ini sebanyak 150 siswa dengan 2 jurusan. “Selain itu kami kekurangan tenaga perikanan dan jumlah guru juga masih kurang,” tambah Yulius.

Lalu untuk UPTD Pelabuhan Perikanan Waiya – Depapre PPI Depapre dijelaskan bahwa sarpras ini dibangun oleh Pemkab dan diserahkan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi di tahun 2023 dan tahun 2024 dilakukan renovasi.

“Untuk tahun 2025 belum bisa diapa-apakan karea dana DAK nol. Kami juga berharap ini bisa segera dioperasikan,” jelas Carlos Matuan, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan.

Dijelaskan bahwa jika dioperasikan paling tidak akan membantu para nelayan tangkap dari Depapre, Rafenirara, Yokari, Yongsu dan Demta. Selama ini para nelayan hanya menjual lepas begitu saja dan belum ada yang produknya diolah lebih lama. Padahal kata Carlos jika sudah berjalan maka harga ikan juga bisa ditentukan oleh nelayan sendiri sehingga ketika ikan melimpah atau ikan sulit, stok tetap ada.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Makin Mulus hingga Masuk Prolegnas 2027

Ketua Baleg DPR RI Dr. Bob Hasan menyatakan komitmennya mendukung pemekaran Provinsi Papua Utara. Ia…

48 minutes ago

Remontada! Strategi dari Ruang Ganti

Ya, bisa jadi ini menjadi sejarah dimana Persipura berhasil mencetak 3 gol hanya dalam 7…

2 hours ago

Dua Kurir Amunisi Ilegal Ditangkap di Mimika

Ketiga orang tersebut berinisial DRW (24), PY (23), dan GT (25). Mereka diamankan dalam pengembangan…

3 hours ago

Polisi Tetapkan Tiga Orang Jadi Tersangka

Hasil pemeriksaan yang dilakukan Satreskrim Polresta Jayapura Kota terkait aksi pengibaran Bintang Kejora di Halaman…

4 hours ago

Kejati Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan Boven Digoel

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut, Jumat…

5 hours ago

Wajib Menang Meski Banyak Celah

Tim Mutiara Hitam wajib mengamankan tiga poin untuk memutus tren buruk mereka di awal musim…

23 hours ago