

Gubernur Papua, Mathius D Fakhiri saat menerima kedatangan masyarakat adat di kantor gubernur, Jumat (24/10).
MRP Sampaikan 10 Poin, Gubernur Minta Buat Tatanan Adat
JAYAPURA – Polemik pembakaran aksesori Burung Cenderawasih oleh pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), akhirnya dibahas di meja gubernur. Ini setelah masyarakat adat, Jumat (24/10) menemui Gubernur Papua, Mathius D Fakhiri di lantai 4 kantor gubernur.
Gubernur menyampaikan bahwa yang disampaikan para kepala suku, ondoafi dan tokoh masyarakat adat adalah hal penting untuk dicermati secara seksama. Gubernur tak menampik jika adat ada lebih dulu, agama barulah pemerintah.
“Ke depan, saya minta MRP duduk bersama masyarakat adat membahas tatanan adat yang dituangkan dalam suatu aturan. siapa pun yang datang di tanah Papua, termasuk aparatur pemerintah yang di bawahnya harus menghormati budaya,” kata Gubernur, menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos.
Ia berharap, ke depan. Hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi. “Dari pendapat pribadi saya, yang saya lihat di vidio, kemungkinan itu mereka memusnahkan (mahkota cenderawasih) tapi caranya yang tidak elok. Mungkin mencari popularitas murahan lalu dibuang di media sosial, sehingga menjadi bagian yang antipati dan klimaks membuat kemarahan masyarakat yang melihat,” bebernya.
Page: 1 2
Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…
Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…
Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…
Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…
Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…
Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…