Categories: BERITA UTAMA

Peralatan Rusak, RSUD Jayapura Tak Layani  Operasi Cito dan Elektif

JAYAPURARSUD Jayapura sebagai rumah sakit rujukan di Tanah Papua, dan sebagai kebanggan masyarakat Papua tak berdaya dengan kondisi yang ada.

Pasalnya kondisi di RSUD Jayapura dianggap sebagai “benang kusut” yang kerap berulang, bahkan dalam APBD 2024 dana yang diplotkan ke RSUD “hanya” Rp 22 M, sementara tahun-tahun sebelumnya bisa mencapai Rp 100-an M.

  Yang terbaru sejumlah peralatan rusak, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura tidak bisa melayani tindakan operasi cito (operasi yang bersifat darurat) dan elektif (operasi terencana yang tidak harus segera dilakukan)

Hal itu disampaikan Kepala Unit Kemoterapi RSUD Jayapura, dr Jan Frits Siauta, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos.

“Tidak ada alat steril yang digunakan untuk tindakan operasi, alatnya rusak sejak beberapa minggu lalu dan kasus ini sering terjadi,” ucap dr Jan.

Menurut dr Jan, kondisi ini membuat pasien menjadi korban. Padahal RSUD Jayapura merupakan rumah sakit rujukan di tanah Papua, dimana semua pasien selalu dilarikan di sini.

“Ini ada pasien di ICU yang mesti dioperasi, karena tidak ada alat terpaksa ditunda operasinya. Artinya kemungkinan pasien itu meninggal makin besar dan kita sebagai dokter tidak bisa berbuat apa apa,” kata dr Jan.

Ia juga menyebut sampai saat ini tidak berani menolak pasien yang datang ke RSUD Jayapura, sebab manajemen rumah sakit tidak berani mengeluarkan pegumuman.

“Jika menolak pasien yang datang berobat maka dokter yang salah. Tugas kita menyelamatkan nyawa pasien, kita tidak boleh menolak pasien, namun dilain sisi kita tidak bisa berbuat apa apa,” jelasnya.

“Kita dokter saat ini dilema, mau terima pasien namun tidak bisa berbuat apa apa. Pun menolak kita yang salah. Jika pasien bisa diedukasi, kita pindahkan ke rumah sakit lain,” sambungnya.

Sebagai rumah sakit milik pemerintah, dr Jan meminta jangan jadikan pasien sebagai korban. Sehingga itu, segera lakukan pembenahan di rumah sakit.

“Persoalan yang terjadi di rumah sakit ini sudah diketahui pimpinan, bahkan Pj Gubernur kemarin melakukan peninjauan di RSUD Jayapura. Namun persoalanya tetap saja tidak ada solusi,” tegasnya.

Menurut Jan, tak hanya persoalan alat medis yang kerap diributkan di rumah sakit milik pemerintah ini. Melainkan masalah air bersih bahkan listrik yang kerap padam saat proses operasi sedang berlangsung.

Bahkan, di Instalasi Laboratorium dimana untuk pemeriksaan darah lengkap hanya bisa dilayani sampai Kamis (21/3). Setelah itu Hematologi hanya bisa melayani pemeriksaan Malaria (DDR), PT dan APTT juga TAP. Untuk reagen elektrolit tinggal untuk 1 minggu padahal reagen sejak Februari dimintakan kepada manajemen. “Ini terkesan pembiaran entah maksud dan tujuannya apa,” pungkasnya. (fia/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Sempat Tak Percaya Saat Disuruh Main Baki Sore

Bagi Kota Jayapura, keberhasilan Nelce bukan sekadar prestasi seorang pelajar. Ada nama sekolah, keluarga, Kota…

9 hours ago

Tiga Hari Lagi, Persipura Launching di Enam Kota

Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…

15 hours ago

Sensus Ekonomi Papua Terkendala Sinyal dan Keraguan Warga

   Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…

20 hours ago

Pemkot dan Bulog Salurkan 1.122 Ton Beras untuk 37.401 Penerima

Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…

21 hours ago

PAN Papua Panaskan Mesin Politik

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…

24 hours ago

Terima SK, Ratusan ASN Diminta Bekerja Baik Melayani Masyarakat

   Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…

1 day ago