Categories: BERITA UTAMA

7 Bulan Tak Ada Penerbangan, Masyarakat Alama Makin Terpuruk

Masalah penerbangan ini pun bahkan harus memaksa tokoh agama dari Distrik Alama ikut buka suara. Pendeta (Pdt) Johni Kemong yang ikut andil dalam pertemuan ini juga mengungkapkan kerinduannya agar pemerintah dapat segera menemukan solusi atas permasalahan ini dan segera membuka kembali akses penerbangan ke Distrik Alama.

“Sekarang masyarakat di atas kondisi setengah mati sekali. Jadi kita mau penerbangan dibuka kembali,” kata Johni. Johni mengungkapkan bahwa situasi di Distrik Alama kini sudah kembali kondusif. Masyarakat setempat siap menjamin keamanan.

“Intinya pemerintah daerah harus naik dulu baru lihat sendiri kondisi masyarakat bagaimana, sekarang aman, kita juga mau naik tapi karena penerbangan susah jadi kita masih di sini,” ucapnya.

Tujuh bulan sudah anak-anak di Distrik Alama tidak mendapatkan layanan pendidikan yang baik setelah peristiwa tragis yang terjadi pada 5 Agustus 2024. Pasalnya, setelah peristiwa pembunuhan pilot WNA itu, seluruh tenaga pendidik (Guru) yang bertugas di wilayah tersebut ikut dievakuasi ke Kabupaten Mimika demi keselamatan.

Hal ini dibeberkan oleh Kepala Sekolah SD Inpres Bela Alama, Jopi Petrus Kelanangame. Ia menyebut, sudah dua semester tidak ada proses belajar mengajar di sekolah tempatnya berdinas. Untuk mengisi kekosongan oleh Dinas Pendidikan di sekolah-sekolah yang ada di Mimika.

“Jadi kami hanya dititip di kota, kami guru-guru dari SD Inpres Bela Alama dititip di kota ini untuk melaksanakan tugas tapi kami memang usaha keras untuk naik ke Bela, Alama untuk mengajar karena kami punya peserta didik tidak dapat pendidikan yang baik,” ujarnya saat ditemui Sabtu sore.

Jopi berharap agar akses penerbangan dapat segara dibuka kembali agar layanan pendidikan di Bela, Alama dapat kembali berjalan. Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Jila, Iptu Frangky Tethool mengatakan, selaku Kapolsek yang membawahi tiga distrik yakni Distrik Jila, Distrik Alama dan Distrik Hoya, ia akan berupaya meneruskan aspirasi masyarakat tentang permintaan dibuka kembalinya akses penerbangan kepada pemerintah dan pihak tekait.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Bukan Sekedar Ancaman Fisik Tapi Juga Terhadap Simbol dan Martabat Lembaga KeagamaanBukan Sekedar Ancaman Fisik Tapi Juga Terhadap Simbol dan Martabat Lembaga Keagamaan

Bukan Sekedar Ancaman Fisik Tapi Juga Terhadap Simbol dan Martabat Lembaga Keagamaan

Namun bagi jemaat GKI Pengharapan, persoalan itu jauh lebih dalam daripada sekadar soal tanah dan…

1 day ago

Bappenda Tertibkan Reklame Tak Berizin di Sentani Timur

Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Jayapura, Budi P. Yokhu, memimpin langsung sidak penertiban…

1 day ago

Tagih Transparansi Otsus yang ‘Gelap Gulita’

Ketua MRP Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, menyatakan bahwa ketertutupan informasi ini menabrak aturan. Merujuk pada…

1 day ago

Dinkes Kabupaten Jayapura Perkuat Layanan Rujukan dengan Empat Rumah Sakit

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote, mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura terus memperkuat…

1 day ago

Ada Yang Berjuang Puluhan Tahun Mencari Pekerjaan

Banyak anak muda akhirnya hanya membawa map lamaran dari satu kantor ke kantor lain tanpa…

1 day ago

Jaga Kamtibmas, Polsek Kawasan Bandara Lakukan Sosialisasi

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Bandara Sentani IPTU Wajedi, didampingi Kanit Binmas AIPTU…

1 day ago