Sementara Jubir Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sembom menyatakan bahwa Panglima TPNPB Yambi-Puncak Jaya, Bridjen Yanib Enumby siap bertanggung jawab atas penembakan yang terjadi di Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya pada hari ini Senin, 21 Oktober 2024.
Mereka menganggap korban adalah seorang anggota intelejen militer indonesia. “Penembakan tersebut dilakukan karena kami telah mengikuti pergerakannya yang selama ini. Mencaritahu informasi terhadap warga sipil yang tinggal di wilayah konflik bersenjata di Puncak Jaya,” beber Sebby.
Dalam laporan lebih lanjut, Panglima TPNPB Kodap Yambi mengatakan bahwa seluruh warga sipil untuk segera hentikan aktivitasnya di wilayah-wilayah konflik bersenjata karena mereka telah memiliki data anggota intelejen dan milisi indonesia. “TPNPB Kodap Yambi sedang memantau pergerakan pasukan militer Indonesia di Puncak Jaya. Dan kedapatan banyak intelejen Indonesia yang bekerja sebagai tukang ojek, tukang bangunan, dan sedang membuka kios-kios di wilayah zona merah. (kar/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Ramadan bukan hanya bulan ibadah dan ampunan, tetapi juga saksi berbagai peristiwa besar yang mengubah…
Meski begitu, penyaluran ini membutuhkan persetujuan Presiden Prabowo Subianto melalui peraturan pemerintah (PP). Namun, hingga…
Nantinya, terbit Surat Edaran (SE) yang menjadi dasar pemberian BHR bagi ojol. Kepastian peluncuran SE…
"Freedom and Resilience Flotilla" menyusul misi fllotilla bantuan kemanusiaan sebelumnya yang pada Oktober 2025 dicegat…
Strategi itu bukan tanpa alasan. Menjelang Lebaran, bahan isian parsel seperti makanan kemasan, perlengkapan ibadah,…
Punch selalu membawa boneka orangutan tersebut kemanapun ia pergi, mengajaknya bermain, dan memeluk erat ketika…