Categories: BERITA UTAMA

Perlu Menteri Khusus Urus Wilayah Timur

Koalisi Gemuk Dianggap Efisien Mendorong Pembangunan

JAYAPURA– Sebanyak 48 Menteri dan 56 Wakil Menteri di Kabinet Merah Putih resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, Senin (21/10) kemarin.  Ada yang menyebut jika “skuad” Presiden Prabowo-Gibran kali ini terlalu gemuk dan justru merubah apa yang sudah diletakkan mantan Presiden Jokowi yang memangkas banyak alur birokrasi. Struktur kabinet  kali ini juga bisa dibilang menjadi yang tergemuk selepas orde baru.

Meski demikian ada juga yang menganggap jika jumlah 48 menteri adalah keputusan yang tepat. Menurut Rektor Uningrat Papua,  Dr. H.M.Husni Ingratubun,  keputusan Presiden mengangkat puluhan menteri dan wakil menteri adalah keputusan yang tepat.

Pasalnya kondisi indonesia saat ini sedang mendorong percepatan pembangunan menuju Indonesia emas di tahun 2045 sehingga langkah yang perlu didorong salah satunya efisiensi kerja dari pejabat tinggi.

Tidak kemudian melihat hal ini hanya dari satu sudut padang, yaitu masalah anggaran namun output yang dihasilkan. Karena tentu dengan banyaknya anggota kabinet maka efektifitas kerja untuk mengurusi bidangnya masing masing akan semakin diperkecil.

Misalnya bidang pendidikan, dengan dilantiknya 3 orang menteri yaitu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dan Menteri Kebudayaan.

Tiga bidang ini kata Dr. Husni sudah sangat sesuai dengan kebutuhan masalah pendidikan di Indoensia saat ini. Sebab dengan terbentuknya masing masing bidang, maka efisiensi kerja untuk mendorong perkembangan pendidikan di Indonesia akan semakin kuat. “Idealnya memang seperti ini, sehingga masing-masing bidang bisa lebih fokus pada target,” katanya di ruang kerja, Selasa (22/10).

Lebih lanjut jika ada pihak yang berasumsi bahwa, lebih baik memperbanyak dirjen dibandingkan menteri, Husni tegaskan bahwa hal tersebut tidak efektif sebab segala sesuatu yang dikerjakan oleh dirjen dilapangan bergantung pada keputusan menteri. “Kalau misalnya masih seperti dulu, Bidang Pendidikan masih diurus satu menteri, saya pastikan pendidikan kita akan tetap berjalan ditempat, kerena cakupannya luas,” ujarnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

3 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

3 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

3 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

3 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

3 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

3 days ago