Categories: BERITA UTAMA

Penyebab Tewasnya Pria di Lapangan Tembak Terungkap

Tidak Dibawa ke Rumah Sakit, Korban Lakalantas Malah Digeletakkan di Pinggir Jalan

JAYAPURA-Penyidik Polresta Jayapura Kota berhasil mengungkap kasus penemuan mayat seorang pria bernama Bruno Tanfa Chilong Junior (28) yang ditemukan tewas di depan Lapangan Tembak Otonom Kotaraja, Distrik Abepura, pada Rabu (11/6) sekitar pukul 07.15 WIT.

Hasil penyelidikan mengungkapkan bahwa korban meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal yang terjadi di sekitar area Jembatan Youtefa pada malam sebelumnya, Selasa (10/6), sekitar pukul 22.00 WIT.

Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota, AKP I Dewa Gede Ditya, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika sejumlah warga, termasuk pelaku berinisial DM alias Hengki, mendengar suara benturan keras di sekitar Jembatan Merah.

Setelah dicek, mereka menemukan sepeda motor terjatuh dan seorang pria yang belakangan diketahui bernama Bruno terkapar di jalan, namun masih menunjukkan tanda-tanda hidup.

“Pelaku dan seorang pria lainnya bernama Berto (masih dalam lidik) sempat menolong korban dan mengangkatnya ke atas sepeda motor Honda Genio milik korban untuk dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara,” jelas AKP Dewa, saat jumpa pers di Mapolresta Jayapura Kota, Sabtu (21/6).

Namun, dalam perjalanan menuju rumah sakit, tepat di depan Lapangan Tembak Otonom, pelaku menghentikan sepeda motornya dan memutuskan untuk menurunkan korban yang sudah tidak merintih kesakitan, meski masih bernafas. Ironisnya, pelaku kemudian mengambil tas korban yang berisi satu unit handphone merek Vivo dan membawa kabur sepeda motor korban.

“Pelaku tidak melanjutkan membawa korban ke rumah sakit. Sebaliknya, ia meninggalkan korban di pinggir jalan dan membawa kabur barang-barang milik korban,” imbuhnya.

Keesokan paginya, warga menemukan korban dalam kondisi telah meninggal dunia di lokasi yang sama. Polisi menyimpulkan bahwa korban kemungkinan besar bisa diselamatkan jika segera dibawa ke rumah sakit malam itu.

AKP Dewa menegaskan, atas dasar penyelidikan tersebut, aparat kemudian melakukan pengejaran terhadap DM alias Hengki. Pelaku akhirnya berhasil ditangkap pada 19 Juni 2025 di Kampung Nafri, bersama barang bukti sepeda motor milik korban.

“Sepeda motor itu memang bukan atas nama korban, tetapi milik keluarganya di Skouw. Namun saat kejadian, digunakan oleh korban,” terangnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Jembatan Putus, 7 Orang Tewas Tenggelam

Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…

39 minutes ago

Kejari Musnahkan Barang Bukti 62 Perkara Inkracht

Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…

2 hours ago

Jumlah penduduk Provinsi Papua Capai 1,074 juta

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…

2 hours ago

Turun ke Lokasi Kebakaran, ABR Pastikan Penanganan Darurat Terpenuhi

Peristiwa kebakaran yang terjadi sekira pukul 15.45 WIT tersebut menghanguskan sedikitnya 10 petak rumah warga.…

3 hours ago

Rupiah Bakal Perkasa Lagi! Bos BI Siapkan 7 Jurus Maut

Langkah-langkah strategis ini telah mendapat lampu hijau dan penguatan langsung dari Presiden. "Kami melaporkan kepada…

3 hours ago

Cegah Bullying dan Rasisme, Sekolah Harus Jadi Tempat Ramah Anak

Komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak ini, diwujudkan Kanwil Ditjenpas melalui kegiatan sosialisasi…

4 hours ago