Mayor Kopitua Heluka mengatakan aksi penembakan ini dilakukan atas perintah Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Brigjend Elkius Kobak untuk melakukan operasi. “Kami siap bertanggungjawab atas penembakan dua orang intelejen militer yang menyamar sebagai pendulang emas ilegal. Silahkan jika aparat mau datang ke Markas TPNPB dan hentikan aksi serangan balasan terhadap warga sipil,” tulis Kopi Tua.
Kejadian ini juga dianggap sebagai peringatan bagi semua pendulang ilegal di Yahukimo. “TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua siap mengeksekusi seluruh agen intelejen militer yang menyamar. Kami juga menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto agar hentikan penggunaan warga sipil sebagai agen intelejen militer pemerintah indonesia di wilayah perang,” singkat Sebby Sembom. Sementara terkait berita ini, hingga ditulis belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pengiriman genset menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara telah mulai dilakukan pada Sabtu (27/12).…
Oleh karena itu, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, Deli Lusyana Watak…
Pengungkapan kasus pertama dilakukan sekitar pukul 15.30 WIT di ruang tunggu Pelabuhan Laut Jayapura, Distrik…
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo, mengatakan pemblokiran tersebut dilakukan…
Andre (45) salah satu petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Jayapura yang…
Menurutnya, hasil pemantauan dan evaluasi langsung di lapangan menunjukkan masih adanya ketidaksesuaian antara laporan administrasi…