Mayor Kopitua Heluka mengatakan aksi penembakan ini dilakukan atas perintah Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Brigjend Elkius Kobak untuk melakukan operasi. “Kami siap bertanggungjawab atas penembakan dua orang intelejen militer yang menyamar sebagai pendulang emas ilegal. Silahkan jika aparat mau datang ke Markas TPNPB dan hentikan aksi serangan balasan terhadap warga sipil,” tulis Kopi Tua.
Kejadian ini juga dianggap sebagai peringatan bagi semua pendulang ilegal di Yahukimo. “TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua siap mengeksekusi seluruh agen intelejen militer yang menyamar. Kami juga menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto agar hentikan penggunaan warga sipil sebagai agen intelejen militer pemerintah indonesia di wilayah perang,” singkat Sebby Sembom. Sementara terkait berita ini, hingga ditulis belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebutuhan darah ideal sebuah wilayah adalah 1% hingga 2%…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan penangkapan ini terhadap pelaku…
Komitmen Pemerintah Kabupaten Puncak dalam membangun sumber daya manusia melalui sektor pendidikan mendapat apresiasi dari…
Kapolres Puncak Jaya AKBP Yudha Wicaksono saat dihubungi dari Nabire, Senin, mengatakan patroli gabungan tersebut…
Kapolres Jayawijaya melalui kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumamb, SH, MH menegaskan jika usai dilakukan penangkapan…
Sebuah langkah baru pariwisata berbasis komunitas lahir di Tanah Papua. Lewat Paket Eduwisata dan Sejarah…