

Bupati Waropen, Drs. F. X Mote, M. Si (foto:Ismail/Cenderawasih Pos)
WAROPEN – Bupati Waropen, Drs. F. X. Mote, M. Si, menyoroti bahwa kunci dari kesuksesan musyawarah besar adat dan pembangunan berkelanjutan di daerahnya adalah proses musyawarah yang dilakukan secara berjenjang.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan musyawarah besar yang direncankaan digelar pada Oktober 2026 mendatang harus didahului dengan pembahasan yang matang di tingkat paling dasar, yaitu di keret (kelompok kekerabatan) dan marga.
“Musyawarah besar ini harus diawali dengan musyawarah di tingkat keret dan kampung,” jelas Bupati Mote. Ia menekankan bahwa musyawarah di tingkat bawah adalah forum vital untuk menyatukan perbedaan pendapat dan mencapai kesepakatan antara marga dan keret.
“Setelah hasil dari tiap kampung mendapatkan titik temu dan selesai, barulah musyawarah besar itu dilaksanakan,” imbuh Bupati Waropen Drs. F. X Mote, belum lama ini.
Menurut Bupati, pendekatan ini sangat penting untuk mencegah terjadinya perdebatan dan konflik di forum yang lebih besar.
“Musyawarah adalah tempat untuk mempersatukan pendapat dan kesepakatan apa yang sudah disepakati di masing-masing marga dan keret. Jadi, bukan saat pelaksanaan musyawarah besar itu baru saling memperdebatkan hak masing-masing kampung, keret, maupun marga,” tegasnya.
Page: 1 2
Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Jayapura resmi membuka Rapat Paripurna Istimewa Masa Persidangan II Tahun…
Memasuki semester kedua tahun anggaran 2026, Bupati Mimika Johannes Rettob memberikan atensi khusus terhadap proses…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo melalui Wakil Wali Kota, Rustan Saru, memaparkan berbagai capaian pembangunan…
Ia menyebutkan, Indonesia saat ini menempati posisi kedua dengan kasus TBC terbanyak di dunia. Sementara…
emerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat pendataan penerima program…
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor terus melakukan berbagai untuk memprimosikan keunggulan-keunggalan sektor pariwisata. Kali ini adalah…