Categories: METROPOLIS

Warga Diminta Kesadaran Bayar Retribusi Sampah

JAYAPURA – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura terus berkomitmen untuk mendorong peningkatan kemandirian fiskal daerah. Salah satu upaya yang tengah gencar disosialisasikan adalah mengenai pentingnya pemenuhan kewajiban retribusi sampah rumah tangga oleh masyarakat.

Plt. Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura, Pares Lood Wenda, SE., menjelaskan bahwa masih ada persepsi keliru di tengah masyarakat yang menganggap pengelolaan sampah sepenuhnya selesai hanya dengan mengantarnya ke tempat bak penampungan sementara.

“Masyarakat menganggap bahwa setelah mereka mengantar sendiri sampah dari rumah ke bak sampah, urusan sudah selesai. Padahal, proses pembuangan akhir dari TPS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) itu dilakukan oleh pemerintah kota melalui angkutan yang sudah disediakan,” ujar Pares.

Pares lood wenda

Untuk mendukung operasional pengangkutan sampah tersebut, pemerintah menetapkan biaya retribusi. Pares menekankan bahwa nilai nominal yang ditetapkan sebenarnya sangat terjangkau dan fleksibel demi meringankan beban masyarakat.

Pemerintah mengharapkan partisipasi masyarakat sebesar Rp50.000 per bulan. Namun, jika ada masyarakat yang merasa keberatan, nilai tersebut bisa disesuaikan menjadi Rp20.000 atau Rp10.000 per bulan.

Sebagai perbandingan, Pares mengajak masyarakat untuk melihat iuran ini layaknya persembahan ibadah yang rutin dikeluarkan setiap minggu. Sementara itu, retribusi sampah ini hanya ditarik sekali dalam sebulan.

Lebih lanjut, Pares menegaskan bahwa dana retribusi yang disetorkan oleh masyarakat tidak akan digunakan untuk kepentingan pribadi para pejabat atau aparatur pemerintah. Dana tersebut murni dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan program pelayanan publik lainnya.

Diataranya akan digunakan untuk perbaikan fasilitas jalan yang rusak, bantuan penanganan pascabencana atau musibah kebakaran, rehabilitasi rumah ibadah, hingga penyaluran dana bagi hasil ke OPD-OPD yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Ibaratnya kita menabung saja di kas daerah. Uang itu akan kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk pelayanan yang lain. Ini semua semata-mata demi kepentingan rakyat banyak,” tambahnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Indonesia Butuh Keseimbangan Antara Pertumbuhan dan Stabilitas

Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…

9 hours ago

Transaksi Sabu 12,35 Gram Lewat Ekspedisi Digagalkan

   IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…

10 hours ago

Pendapatan Naik Rp78 Miliar, Belanja Bertambah Rp83 Miliar

   Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…

11 hours ago

Perubahan Kehidupan Setelah Menerima Injil, Membuat Ondoafi Skouw Tergerak Hatinya

  Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…

12 hours ago

56 BLUD di Tanah Papua, Baru 4 Punya Regulasi Fleksibilitas PBJ

Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…

13 hours ago

Sidak Kelurahan Waena, Penyaluran Bansos Hingga Lingkungan Jadi Atensi

  Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…

17 hours ago