

Yanet Berotabui, S.Pd., M.M.Pd (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Sekolah Rakyat (SR) Negeri 29 Jayapura dipastikan belum membuka kran penerimaan siswa baru maupun siswa pindahan untuk tahun ajaran ini (2026/2027). Kebijakan pembatasan ini terpaksa diambil pihak manajemen sekolah lantaran infrastruktur dan fasilitas penunjang belajar yang masih terbatas.
Hal ini disampaikan langsung Kepala Sekolah Rakyat 29 Jayapura, Yanet Berotabui, S.Pd., M.M.Pd., kepada Cenderawasih Pos via telepon, Kamis (25/6). Dalam penyampaiannya ia menjelaskan bahwa saat ini para siswa dan guru belum menempati gedung sekolah yang permanen.
“Aktivitas belajar mengajar saat ini masih menumpang di gedung Balai,” ungkap Yanet saat memberikan keterangan mengenai kondisi riil di lapangan.
Kebijakan tidak menerima pendaftaran siswa baru ini sebenarnya menjadi ironi tersendiri. Pasalnya, reputasi SR Negeri 29 Jayapura di mata masyarakat sekitar justru tengah meroket. Berdasarkan data sekolah, antusiasme dan minat para orang tua untuk menyekolahkan anak mereka di lembaga ini terbilang sangat tinggi.
Menurut Yanet, anak-anak merasa sangat betah berkat adanya perhatian penuh dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial, yang berkolaborasi apik dengan keluarga besar sekolah demi menjaga moral belajar anak-anak di daerah.
Selain persoalan gedung yang masih menumpang di Balai, tantangan krusial lainnya terletak pada sektor Sumber Daya Manusia (SDM). Saat ini, jalannya roda pendidikan untuk 100 siswa tersebut hanya ditopang oleh lima (5) orang guru. Angka ini membuat status SR Negeri 29 Jayapura berada dalam kondisi kekurangan tenaga pengajar yang cukup mendesak.
Kendati harus terseok-seok membagi peran mengajar, komitmen para guru yang ada dinilai luar biasa, terbukti dengan hasil kelulusan siswa yang tetap maksimal. Kabar baiknya, persoalan krisis guru ini dipastikan tidak akan berlangsung lama.
Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) kini tengah bergerak cepat dengan menggandeng Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Kedua lembaga negara tersebut sedang mematangkan skema penambahan, pelatihan, dan pendistribusian tenaga guru baru. Program intervensi ini dirancang untuk menutup celah kekurangan guru di setiap Sekolah Rakyat yang membutuhkan bantuan darurat, di mana SR Negeri 29 Jayapura masuk ke dalam daftar prioritas utama.
Melalui sinergi lintas kementerian ini, diharapkan pembangunan gedung permanen dan distribusi guru dapat segera terealisasi. Dengan demikian, pada tahun-tahun ajaran berikutnya, SR Negeri 29 Jayapura tidak perlu lagi menolak anak-anak lokal yang memiliki mimpi besar untuk bersekolah di sana. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, pengumuman dan penerimaan berkas berlangsung pada 16-30 September 2026. Selanjutnya, seleksi…
Wanita tersebut diperkirakan sudah lanjut usia dan mengenakan jaket berwarna merah marone dan celana panjang…
"Sebenarnya aksi ini sudah berakhir beberapa hari lalu. Hanya karena kelalaian lembaga yang tidak mengakomodir…
Mayoritas penderita berjenis kelamin laki-laki sebanyak 109 orang, sedangkan perempuan tercatat 90 orang. Kepala Seksi…
Program pemerintah pusat dalam mendoro ekonomi masyarakat di kampung lewat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)…
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan penghasilan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berkisar…