

Sejumlah lampion yang menghiasi sekitar Vihara Arya Dharma Skyline. Dalam rangkaian Imlek, akan digelar festival lampion pada 28 Februari mendatang. (foto:Foto/Istimewa)
JAYAPURA – Festival Lampion, yang dirayakan tepat lima belas hari setelah Tahun Baru Imlek, akan kembali diselenggarakan di Kota Jayapura tepatnya di Vihara Arya Dharma, Sabtu (28/2) mendatang.
Sekretaris Vihara Arya Dharma Kotaraja Jayapura Hendri Festival lampion melambangkan harapan, kebahagiaan, keberuntungan, dan kehidupan yang lebih baik, serta dipercaya dapat mengusir roh jahat dalam tradisi kepercayaan Budha.
Menurutnya secara simbolis, cahaya dari lampion mewakili pencerahan, perdamaian, dan doa agar cinta kasih tersebar ke seluruh dunia.
“Festival lampion itu yang kita ambil itu maknanya. Jadi dalam agama Budha itu belajar untuk melepas. Jadi kita melepas lampion itu sama artinya kita lepas kita punya ego, dan juga ada harapan yang dituliskan dalam lampion kita lepas bersama,” jelas Hendri kepada Cenderawasih Pos, di Vihara Arya Dharma Selasa (17/2).
Festival ini juga menjadi momen reuni keluarga, perayaan budaya, dan pelepasan keinginan negatif. Adapun tema utama dalam festival lampion ini nantinya adalah “Pelepasan 99 lentera harapan dan doa untuk kedamaian dan kebijaksanaan” yang dilaksanakan pada, 28 Ferbuari 2026 mendatang sekira pukul 20.00 hingga selesai.
Lampion-lampion ini seringkali dihiasi dengan lukisan indah, kaligrafi yang sarat makna, serta ornamen-ornamen yang dipercaya membawa keberuntungan dan kemajuan.
Di tanggal yang sama nantinya sekira pukul 19.00-20.00 akan mengadakan pendarasan sutra merayakan Cap Go Meh. Pemasangan lampion ini diketahui akan dikenakan biaya minimal Rp 100.999 per orang dalam bentuk donasi.
Lanjut sekretaris Vihara Arya Dharma kota Jayapura Jayapura itu berharap peran aktif anak-anak mudah dalam menyukseskan festival lampion itu nantinya. Akar berjalannya festival tanpa ada kendala yang berarti.
Untuk diketahui tahun Baru Imlek ini merupakan tahun Tahun Baru kuda api yang bermakna akan membawa energi yang kuat, penuh semangat, serta dorongan bagi banyak perubahan dan peluang baru dalam kehidupan. Energi yang dibawa Kuda Api bukan sekadar simbol astrologi biasa.
“Apikan membara, kita berharap pertumbuhan ekonomi di Papua kedepannya dapat membara seperti api,” harap Hendri. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Para turis atau Wisatawan Mancanegara ada dari negara Inggris, Argentina, Amerika Serikat, Australia dan berbagai…
Festival Danau Sentani (FDS) XV 2026 meninggalkan catatan menarik. Selama rangkaian festival berlangsung, kawasan Pantai…
Langkah jemput bola ini dilakukan guna memediasi sekaligus mendorong kedua belah pihak menghentikan pertikaian secara…
Pemkab Lanny Jaya juga mengambil langkah berbeda dalam penyediaan tempat penampungan bantuan untuk warganya di…
Festival Danau Sentani (FDS) XV tidak hanya menjadi panggung seni dan budaya, tetapi juga membuka…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga mengatakan, insiden tersebut bermula dari ulah seorang oknum warga setempat…